Kangean, Globalindo.net – Gelombang penolakan terhadap aktivitas eksplorasi minyak dan gas bumi di Kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, kembali mencuat. Sejumlah komunitas dan kelompok masyarakat yang tergabung dalam gerakan Tolak Migas Kangean menyatakan siap menggelar Demonstrasi Seribu Aksi sebagai bentuk protes terhadap langkah PT Kangean Energy Indonesia (KEI) yang tetap melaksanakan survei seismik 3D di perairan setempat.
Rencana aksi ini muncul setelah dua kali demonstrasi sebelumnya dianggap tidak menghasilkan titik temu. Kesepakatan antara masyarakat dan pihak perusahaan dinilai tidak berjalan sesuai harapan, sementara pemerintah dinilai belum menunjukkan ketegasan dalam menyikapi polemik ini.
“Seribu aksi ini lahir karena komitmen pemerintah dianggap lamban. Perjanjian pada demonstrasi jilid 1 dan 2 masih dikhianati oleh PT KEI. Sampai sekarang survei seismik 3D tetap dilakukan di perairan Kangean tanpa ada kejelasan,” tegas Reza, salah satu koordinator aksi.

Gerakan ini rencananya akan dikoordinasikan bersama Forum Kepulauan Kangean Bersatu (FKKB) serta melibatkan berbagai komunitas lain. Aksi damai diproyeksikan diikuti ribuan warga dari berbagai desa, khususnya Kecamatan Arjasa dan Kangayan, dengan koordinator di tiap kelompok masyarakat.
Seorang peserta forum pemantapan aksi yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa masyarakat menolak survei seismik 3D karena khawatir hak-hak mereka sebagai masyarakat kepulauan tidak mendapat perlindungan.
“Belum ada kejelasan hak-hak kami. Bagaimana dampak lingkungan, nelayan, dan ruang hidup masyarakat jika eksplorasi besar-besaran dilakukan? Ini yang kami tolak,” ujarnya.
Dari pantauan tim investigasi media, berbagai deklarasi penolakan masyarakat telah bermunculan di berbagai titik di Kangean. Dukungan publik yang semakin meluas ini menunjukkan bahwa gelombang aksi tidak hanya berbasis komunitas, melainkan telah menjadi suara bersama masyarakat kepulauan.
Jurnalis : Yan












