JAWA TIMURSumenep

Kapal Ekspres Bahari Melebihi Kapasitas, Empat Pasien Dirujuk Ikut Terhimpit: “Ini Masalah Nyawa, Bukan Sekadar Tiket!

1099
×

Kapal Ekspres Bahari Melebihi Kapasitas, Empat Pasien Dirujuk Ikut Terhimpit: “Ini Masalah Nyawa, Bukan Sekadar Tiket!

Sebarkan artikel ini

Kangean, Sumenep – Minggu, 17 Agustus 2025, rute pelayaran Kangean–Kalianget kembali memantik keresahan masyarakat. Kapal Ekspres Bahari yang seharusnya beroperasi sesuai kapasitas kursi, justru terpantau membawa penumpang melebihi batas. Tiket tambahan—atau istilahnya ekstra—masih dijual, membuat penumpang harus berdesakan di ruang kapal yang sudah penuh sesak.

Kondisi ini jelas bukan hanya soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan jiwa manusia. “Kalau misalkan terjadi sesuatu di tengah laut, siapa yang bertanggung jawab?” keluh seorang warga yang ikut dalam pelayaran tersebut.

Ironisnya, selain ratusan penumpang umum yang harus berdesakan, terdapat pula empat pasien yang sedang dirujuk ke RSUD Sumenep. Para pasien ini tidak bisa duduk ataupun berdiri, mereka tetap berbaring di tengah sesaknya penumpang, dengan kondisi tubuh yang lemah. Pemandangan ini menambah keprihatinan mendalam: di saat mereka membutuhkan ruang dan ketenangan, justru harus menempuh perjalanan dalam suasana penuh risiko.

Situasi pelik ini terjadi karena kapal Hulalo saat ini sedang dok, sehingga penumpang yang seharusnya terbagi kini menumpuk di Kapal Ekspres Bahari. Namun, meski kondisi itu bisa dimaklumi, pihak Syahbandar tetap seharusnya mengutamakan keselamatan jiwa. Kapal boleh penuh sesuai jadwal, tetapi tidak boleh kelebihan kapasitas.

Pertanyaan pun bermunculan dari masyarakat: ke mana petugas pengawas? Mengapa kapal bisa tetap diberangkatkan meski melebihi daya tampung? Apakah keselamatan hanya dijadikan formalitas?

Perlu diingat, Agustus adalah bulan dengan gelombang laut yang cukup tinggi. Mengizinkan kapal berlayar dengan penumpang berlebih sama saja mempertaruhkan ratusan nyawa di lautan. “Ini bukan sekadar soal tiket, ini soal hidup mati manusia,” tegas seorang tokoh masyarakat yang ikut bersuara.

Masyarakat mendesak pemerintah dan pihak berwenang untuk segera turun tangan. Aturan yang sudah jelas jangan lagi diabaikan. Jika terus dibiarkan, kejadian ini bisa berujung tragedi.

Momentum peringatan HUT ke-80 RI seharusnya menjadi pengingat: kemerdekaan rakyat bukan hanya dalam bernegara, tetapi juga dalam rasa aman saat menggunakan transportasi laut. Jangan biarkan masyarakat Kangean berlayar dengan hati yang was-was, apalagi ketika di dalam kapal ada pasien-pasien yang sedang berjuang untuk hidupnya.

Jurnalis : Yanto/HR