KAB BANDUNG, JABAR
Globalindo.Net// Pelajar yang menjadi korban perundungan di Ciparay, Kabupaten Bandung masih memungkinkan terjadinya traumatik.
Ketua KPAD Kabupaten Bandung Ade Irfan mengatakan, pasca video perundungan seorang pelajar di Ciparay viral, ia telah mengunjungi kediaman korban. Saat tiba, korban terlihat beraktivitas seperti biasa.
“Kondisinya memang seperti biasa saja. Hanya ada bekas luka di bagian kepala,”ucap Ade, Senin 30 Juni 2025.
Korban menurutnya masih beraktivitas normal seperti anak pada umumnya
Namun demikian, masih terdapat potensi traumatik secara psikologis, terutama kejadian yang dialami bisa dikatakan sadis, karena mengalami penyiksaan berulang dalam satu waktu bahkan bisa merenggut nyawanya.
“Secara kasat mata memang tidak terlihat.Tetapi masih ada potensi mengalami traumatik psikologis,” katanya.
Terlebih lagi berdasarkan pengakuan keluarga korban beberapa kali pulang ke rumah dalam keadaan memar, namun tidak mengaku mendapat perlakuan perundungan.
Dia menduga, korban sering mengalami perundungan secara berulang, namun takut untuk mengaku kepada keluarga
Kemungkinan korban sering mendapat perundungan,” katanya.
KPAD lanjut Ade, siap melakukan pendampingan bagi korban baik itu melakukan pemeriksaan psikologis maupun hukum sampai tuntas.
Apalagi jika keluarga mencabut laporan di kemudian hari, termasuk siap melaporkan kepada polisi secara lembaga.
“Kalau laporannya dicabut, kami dari KPAD yang akan melaporkan, khusus untuk pelaku pemuda,” tegasnya.
Kasus ini sedang dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polresta Bandung setelah pihak keluarga melapor secara resmi.
Galih












