BandungBeritaJawa Barat

Hadir Sebagai Narsum Indonesia Water Forum (IWF) 2024, Sonny Salimi: Pentingnya Alternatif Pembiayaan Untuk Jaminan Keberlanjutan dan Efisiensi SPAM

350
×

Hadir Sebagai Narsum Indonesia Water Forum (IWF) 2024, Sonny Salimi: Pentingnya Alternatif Pembiayaan Untuk Jaminan Keberlanjutan dan Efisiensi SPAM

Sebarkan artikel ini
Gambar: H. Sonny Salimi Dirut Perumda Tirtawening

BANDUNG, JABAR

Globalindo.Net//Direktur Utama Perumda Tirtawening, Sonny Salimi hadir sebagai Narasumber dalam ajang Indonesia Water Forum (IWF) 2024 “Sharing Inspirasi dan Proses Kerjasama berbasis Kinerja yang ada di Perumda Tirtawening Kota Bandung” di Jakarta Internasional (JI) Expo Kemayoran Hall-D2, Jum’at, 30 Agustus 2024.

Hadir dalam kapasitas sebagai orang nomor satu di tubuh Perusahaan Daerah penyedia air minum di Kota Bandung, Sonny menyampaikan banyak hal kaitan dengan persoalan infrastruktur hingga pembiayaan yang menjadi kendala di banyak Perusahaan air minum di Indonesia.

Menurut Sonny, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) adalah infrastruktur penting untuk menjamin ketersediaan air minum bagi masyarakat. Namun, banyak Perusahaan Air Minum di Indonesia masih menghadapi kendala dalam mendapatkan pendanaan yang memadai untuk pengembangan dan pemeliharaan SPAM.

“Seiring dengan terbatasnya dana pemerintah, alternatif pembiayaan menjadi semakin penting untuk menjamin keberlanjutan dan efisiensi SPAM”, ungkap Sonny dalam paparannya.

Minimnya anggaran APBN, membuat Pemerintah mendorong BUMD Air minum untuk dapat mengakses berbagai alternatif pembiayaan yang ada, seperti pinjaman pembiayaan dari BUMN, Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Perbankan, B to B maupun Kontrak Berbasis Kinerja (KBK).

Lebih jauh Sonny Salimi menerangkan, pembiayaan sektor air minum merupakan salah satu faktor kunci untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Untuk itu, diperlukan kolaborasi yang erat antara Pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta dan Perusahaan Air Minum. Beberapa Perusahaan Air Minum telah berhasil menjajaki investasi dengan skema Business to Business (B to B) maupun Kontrak Berbasis Kinerja (KBK).

Namun demikian, jumlah Perusahaan Air Minum yang mengakses alternatif pembiayaan ini masih sangat terbatas sehingga dibutuhkan sebuah transformasi untuk memperluas jangkauan alternatif pembiayaan sehingga lebih banyak Perusahaaan Air Minum yang dapat mengakses pembiayaan tersebut, pungkasnya.

Sum: Humas Perumda Tirtawening