ArtikelEkonomiJawa BaratOpiniSekilas Info

Berawal Iseng Pengrajin Limbah Kayu Sukses Hasilkan Karya Miniatur Mobil, Kini Mereka Butuh Uluran Permodalan

456
×

Berawal Iseng Pengrajin Limbah Kayu Sukses Hasilkan Karya Miniatur Mobil, Kini Mereka Butuh Uluran Permodalan

Sebarkan artikel ini

SUBANG, JABAR

Gobalindo.Net//Nasib pengrajin mainan berbahan kayu di Kabupaten Subang Jawa Barat kondisinya sangat memprihatinkan selain karena kekurangan modal untuk membeli bahan baku ditambah krisis ekonomi yang berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Namun demikian ditengan kesulitan perekonomian para pengrajin masih tetap menjalankan usahanya. Usaha kerajinan dari limbah kayu yang ditekuni berawal dari ketidak sengajaan saat dulu usahanya mengalami kemorosatan, mereka kemudian memanfaatkan limbah kayu yang berlimpah didaerahnya

Ternyata dari keisengan berbuah berkah karya kerajinanya mendapat sambutan dari masyarakat dan usaha tersebut kini mereka tekuni karena sangat menjanjikan dan sebagai ladang usaha yang mampu mendongkrak ekonomi keluarga.

Salah sorang pengrajin Pupung 45 warga Kampung Cihuni Rt 12 Rw 04, Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, setiap bulannya mampu menghasilkan 10 -20 unit kerajinan miniatur seperti Truck, Bis, Minibus dan Jeep setiap bulannya, dengan talentanya Pupung terkenal sangat apik dalam membuat karyanya.

Dulu Pupung sebelum menekuni usaha kerajinan dari limbah kayu pernah mengalami jatuh usahanya, untuk bertahan hidup Pupung bekerja seadanya, kini meskipun sederhana Pupung bisa bangkit menekuni usaha kerajinan membuat miniatur mobil dari bahan limbah kayu.

Kepada media Globalindo saat ditemui di rumahnya Pupung menerangkan kendala utamanya adalah permodalan.

“Ada pesanan teman dari Malaysia, saya di minta untuk membuatkan kurang lebih 50 unit setiap bulannya, namun saya tolak karena minimnya modal dan peralatan pun terbatas, padahal ini satu peluang saya lebih maju nantinya.” Ucap Pupung disela pembuatan miniatur mobil pesanan salah satu warga.

Pupung adalah salah satu conto bagaimana sulitnya mengembangkan usaha masyarakat kecil, meskipun peluangnya ada namun tanpa ditopang permodalan yang kuat mereka tidak berbuat banyak.

Sebagai usaha sampingan Pupung juga membuka usaha jasa perbaikan atau renovasi apa saja yang terbuat dari bahan kayu atau triplek, seperti badan mesin jahit yang terbuat dari kayu.

Keterampilan Pupung dibidang perkayuan mendapat perhatian masyarakat sekitar hingga diluar Kampung Cihuni, Kemampuannya membuat miniatur mobil dengan berbagai jenis dan ukuran sudah diakui oleh para pellangganya, karena detail juga kualitasnya bagus dan kuat.

Melihat secara langsung keadaan sang perajin sungguh sangat miris dengan kondisi hidup sendiri tanpa pendamping dia tetap kelihatan optimis dan penuh semangat. Semoga saja ada salah satu pengusaha yang membantu untuk kemajuan usahanya.

(Abie FU).