Nasional

50 Pengusaha UMKM Tertipu EO Fiktif, Lapor Polisi

641
×

50 Pengusaha UMKM Tertipu EO Fiktif, Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – Globalindo.Net// Sebanyak 50 pengusaha usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi korban dugaan penipuan event organizer (EO) fiktif. Mereka sudah membayar ke EO tersebut untuk membuka tenant di event Festival Senam Merdeka pada Jumat-Minggu (23-25/8). Namun, pada saat hari pelaksanaan event, EO tersebut menghilang.

Kini para korban melaporkan bos EO berinisial SA ke Polda Jatim. Koordinator korban, Tatik Effendi mengatakan, EO tersebut mempromosikan kepada para pemilik tenant bahwa event yang akan digelar tersebut berpotensi mendatangkan banyak pengunjung selama tiga hari berturut-turut. Sebab, pada event itu digelar berbagai macam perlombaan. Salah satunya, zumba party yang akan mendatangkan banyak massa.

Hari H Bos EO Menghilang

EO tersebut juga mengaku dari Jakarta. Karena itu, banyak pengusaha UMKM yang tertarik untuk menyewa tenant pada event yang digelar di halaman Maspion Square tersebut. Para pengusaha membayar Rp 750 ribu hingga Rp 2,5 juta untuk sewa satu tenant selama tiga hari. Pada hari pertama event, mereka mulai menyiapkan produk pada tenant.

“Tetapi, pada hari H panggung tidak siap, sound tidak ada. Listrik menjelang malam juga tidak ada,” kata Tatik di SPKT Polda Jatim kemarin (26/8).

Mereka juga tidak melihat orang-orang dari Ratu Management, EO event tersebut. Para pengusaha yang mulai panik mencoba menelepon SA, bos EO tersebut. Namun, handphone SA tidak aktif. SA menghilang dan tidak diketahui keberadaannya. “Yang jual kuliner juga lebih rugi karena tidak ada event, makanan yang mereka jual tidak ada yang membeli,” ujarnya.

Kenal Dari Teman

Stevani, salah satu korban, mengaku tidak terlalu mengenal EO tersebut. Dia tahu akan ada event tersebut setelah temannya yang bekerja sebagai instruktur zumba mengunggah promosi event itu pada WhatsApp (WA) Story. “Dia menjanjikan peserta banyak sampai 3.000 orang,” kata Stevani.

Dia lalu menyewa tiga tenant. Masing-masing untuk berjualan Es Teh Indonesia, Mixue dan Tempura High. Satu tenant dia sewa seharga Rp 2,5 juta dan dua tenant lain masing-masing Rp 750 ribu. Total Rp 4 juta yang dia bayarkan kepada EO.

Sempat Curiga Sebelum Event Digelar

Stevani sebenarnya sudah sempat curiga terhadap EO tersebut sebelum event digelar. Kecurigaannya bermula ketika pihak EO awalnya akan menggelar event tersebut di Unimas, Sidoarjo. Namun, belakangan event dipindah ke Maspion Square.

“Karena sudah membayar, saya berusaha berpikir positif. Ternyata siang hari baru sadar kami tertipu. Panggung baru berdiri dan listrik tidak ada,” ujar Stevani.

Akun Medsos Ikut Hilang

Alasan lain Stevani percaya karena EO tersebut juga gencar mempromosikan event di akun media sosial (medsos). Akun Instagram Ratu Management juga memiliki banyak pengikut. “Setelah saya cek lagi pada saat event, ternyata akun Instagram mereka juga ikut hilang,” tambah Stevan.

Pewarta : Muz
Editor : Bu Pur