Bandung-JABAR
Globalindo.Net // Sejumlah anggota Polri di Polrestabes Bandung, Jawa Barat, yang sudah purna tugas (Pensiun), Saat melaksanakan perpisahannya dikemas dengan sebuah “Tradisi Pedang Pora”. Kegiatan tersebut seperti hal’nya dilakukan saat melantik anggota Polri, Jumat (2/8/2024).
Para anggota Polri di Polrestabes Bandung nampak hadir untuk mengantarkan para purnawirawan. Sebelum berjalan.
Para purnawirawan Polri tersebut diberikan piagam penghargaan serta kalungan bunga. Selanjutnya mereka berjalan diatas karpet merah serta melewati pedang pora, yang diiringi lantunan lagu “Selamat Jalan Kekasih”.
Mereka kemudian diantar menuju gerbang keluar Polrestabes Bandung. Kapolrestabes Bandung Kombes Budi Sartono menyambut para purnabakti dan mengantarkan mereka keluar gerbang tersebut.
Diluar gerbang, sejumlah becak yang sudah dihias semenarik mungkin terparkir menyambut para purnawirawan Polri tersebut.
Salah satu anggota polisi yang pensiun kemudian menaiki becak tersebut, becak itu pun dikayuh oleh Kapolrestabes Bandung Budi Sartono
Tidak hanya Kapolrestabes saja, para perwira lain pun, Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Eko Iskandar dan Kasatreskrim Polrestabes Bandung Abdul Rachman pun ikut mengayuh becak mengantarkan para purnabakti tersebut di sepanjang jalan Jawa. Tepat di depan gedung PUPR, para purnabakti ini pun kemudian turun dan menaiki bus Bandros.
“Rangkaian acara seperti ini, merupakan acara kedua pada kepemimpinan Kombes Pol Budi Sartono mengantarkan para purnabakti Polri di Polrestabes Bandung tersebut”
Sebanyak 44 orang personel yang telah purna tugas (Pensiun) pada 2023-2024 kita lepas secara resmi dengan sebuah tradisi, hal itu memberikan kesan yang baik bagi rekan-rekan yang sudah purna,” ucap Budi di Mapolrestabes Bandung, Jumat (2/8/2024).
“Hal ini menjadi menarik, dimana seorang Kapolres mengayuh becak untuk mengantarkan para purnawirawan polisi melepas tugasnya sebagai anggota Polri, Dan hal itu pula merupakan sebuah apresiasi kepada para petugas yang telah mengabdi sebagai anggota polri”.
Saat dilantik menjadi anggota Polri kan diupacarakan secara resmi, ada upacaranya, orangtua datang dengan upacara pedang pora.
Oleh sebab itu, Tak harus dilakukan pada saat dilantik sebagai anggota Polri saja, tetapi juga saat mereka pensiun tidak dilepas begitu saja. Minimal ada upacara, biar mereka berkesan nggak dilepas begitu saja,” ucapnya
Pelepasan dengan upacara pedang pora ini dilaksanakan sudah dua kali dimasa kepemimpinan Budi Sartono, Budi Sartono, Kapolrestabes Bandung berharap, Kedepannya tradisi ini bisa terus dipelihara, saat melepas anggota Polri yang masuk pensiun, dan semoga ini menjadi tradisi yang baik,” harapnya.
(Rf).












