KAB.BANDUNG-JABAR
Globalindo.Net // Bupati Bandung Dadang Supriatna mengucapkan selamat datang kepada Wamen Pertanian Sudaryono beserta jajaran Kementerian Pertanian dan Forkopimda Provinsi Jawa Barat, para pejabat dari sejumlah provinsi di Indonesia yang turut serta pada penyelenggaraan GPTPN IX/2024 yang di Kabupaten Bandung.
Bupati Bandung mengungkapkan kepada Wamen Pertanian Sudaryono bahwa Kabupaten Bandung dengan luas 174.000 hektare dengan penduduk 3,7 juta jiwa, 1.000.222 kepala rumah tangga dan 87.000 petani.
“Kami sudah melakukan inovasi dan langkah-langkah bagaimana untuk bisa menjaga ketahanan pangan di Indonesia, terutama di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Bandung”.
Dadang Supriatna mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bandung sudah melaksanakan beberapa kebijakan, seperti lahan sawah abadi, kami bebaskan tidak perlu bayar pajak setiap tahunnya,” tuturnya.
Kalau ini bisa dilakukan oleh Pak Wamen pertanian di Indonesia, saya kira para petani padi akan lebih semangat, Karena apabila hasil pertaniannya tidak maksimal, tetapi para petani tidak terbebani oleh pajak setiap tahunnya.
Itulah kebijakan yang kami berikan, selain itu kami juga sudah membuat Perdes (Peraturan Desa), imbuhnya.
“Kang DS menegaskan, dengan adanya Perdes itu, lahan pertanian padi itu boleh diperjualbelikan, Tapi tidak diperbolehkan untuk bangunan perumahan ataupun industri,” tuturnya.
Kemudian, Pemerintah Kabupaten Bandung pada tahun 2021 atau pasca pandemi Covid-19, pada tahun 2022 sudah memberikan kebijakan juga berupa insurance.
Untuk yang gagal panen, diberikan 6 juta/hektare, Sapi yang mati 10 juta/ekor, selain itu pada 2023 para petani diberikan hibah sebesar 25 miliar. Tahun 2024 sebesar 19 miliar, 87.000 orang petani diberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan. Ini bukti komitmen kami yang mana petani ini pahlawan pangan yang tentunya saat ini perlu ditingkatkan perhatiannya, ujarnya.
Kang DS juga mengucapkan terima kasih kepada Pangdam III/Siliwangi melalui Dandim 0624/Kabupaten Bandung, karena telah menjalin kerjasama program Babinsa Sagala Bisa.
Babinsa ikut berperan, kami bersama Pak Dandim sudah melakukan peningkatan dari lahan-lahan tidur diaktifkan kembali, sehingga dimulai dari 15,4 hektare. Insya Allah 200 hektarnya akan dimulai bulan depan di Kabupaten Bandung,” jelasnya.
Bupati Bandung juga turut memberikan bantuan alat mesin pertanian, diantaranya untuk pengolahan dan pengaturan air untuk tanaman pangan tersebut.
Ia pun mengungkapkan Menteri Pertanian pada dua bulan lalu ke Kabupaten Bandung, meminta untuk demplot 5000 hektare untuk lahan pertanian padi.
“Insya Allah Pak Wamen, kami sudah siap lahan untuk penanaman padi sebagai demplot yang ada di Kabupaten Bandung. Pak Pangdam siap memberikan bantuan untuk mesin pengolahan/pengaturan air, terima kasih,” ungkapnya.
Kedepan tahun 2045, pihaknya bersepakat ada lima hal yang harus dipersiapkan, di antaranya pertama peningkatan sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi. Kedua, big data, ketiga riset and development, keempat institusi yang kuat dan kelima pengelolaan keuangan yang baik.
“Tentu hal ini harapan kita semua. Kabupaten Bandung siap untuk bersama-sama dengan Menteri Pertanian dalam rangka swasembada pangan di negara kita,” katanya.
Kang DS juga berharap kepada Wamen Pertanian, kebijakan subsidi untuk pupuk tolong disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan masing-masing.
“Jangan disamaratakan se-Indonesia,” ujarnya.
sum : FCN
(Rf).












