PendidikanBeritaJawa BaratKabupaten Bandung

Salah Satu SDN di Kab.Bandung Kekurangan Murid

384
×

Salah Satu SDN di Kab.Bandung Kekurangan Murid

Sebarkan artikel ini

KAB.BANDUNG-JABAR

Globalindo.Net // Saat masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) setiap sekolah biasanya selalu ramai apalagi untuk sekolah dasar. Hiruk pikuk orang tua yang mengantarkan anak-anaknya ramai pada awal mulai masuk sekolah.

Tetapi hal itu tidak nampak di salah satu SDN Cikapundung 1, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Sejak hari pertama MPLS, sekolah terlihat biasa saja tak ada keramaian yang berarti seperti di sekolah lain lain pada umumnya.

SDN Cikapundung 1 tersebut memang berada di tengah perbukitan, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2024, Sekolah tersebut hanya diminati 15 siswa. Sehingga saat MPLS pun tidak terlalu hingar-bingar seperti sekolah lain.

Namun, penyambutan yang dilakukan diusahakan secara maksimal, kendati hanya ceremonial biasanya. Orang tua siswa pun tidak banyak yang datang, mengingat sebagian besar disibukan dengan pekerjaan sehari-hari sebagai petani.

“MPLS tetap dilakukan. Proses penyerahan dari orang tua kepada sekolah saat upacara, kemudian masuk ruangan dan perkenalan dengan guru,” ujar Kepala SDN Cikapundung 1, Tjetjep Nurmansyah.

Berada di perbukitan membuat SDN Cikapundung 1 kerap tidak banyak diminati oleh para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Dalam enam tahun terakhir, hanya dua tahun lalu dan tahun ini bisa disebut menerima murid paling banyak.

Sebanyak 15 siswa yang diterima tahun ini sudah dikatakan banyak, walaupun pendaftar terbanyak terjadi pada dua tahun lalu. Sekolah ini total ada 62 siswa, kelas 1 diisi 15 siswa, kelas 2 hanya 7 siswa, kelas 3 diisi 17 siswa, kelas 3 ada 7 siswa, kelas 5 diisi 7 siswa dan kelas 6 ada 9 siswa.

“Mungkin disini kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap SDN 1 tersebut.

Baik terhadap sarana maupun prasananya yang memang tertinggal, Oleh sebab itu kurang minat dari orangtua siswanya”.

Bahkan siswanya hanya ada 62 orang dan lagi tidak semuanya memiliki buku pelajaran.

Sekolah memang telah berupaya melakukan pengadaan buku, namun dengan sedikitnya siswa menjadikan biaya operasional yang diterima pun tidaklah besar,

Untuk operasional saja kami harus pintar-pintar mengalokasikannya.

Belum lagi masalah infrastruktur pendukung. Seperti jalan yang masih jauh dari kata bagus dan layak untuk anak-anak bisa belajar dengan nyaman.

Monggo dipersilahkan untuk Disdik Kab.Bandung juga untuk pihak yang berkaitan terhadap infrastrukturnya, Supaya bisa menilai dan melihatnya sendiri terhadap situasi yang ada.