SUMENEP, Globalindo.net — Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, angkat bicara menyikapi beredarnya video melalui akun TikTok @oposisi_lokal yang mengaitkan dirinya dengan isu politik menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang.
Video tersebut memunculkan narasi bahwa Zainal Arifin disebut-sebut bersiap melanjutkan perjuangan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo pada kontestasi politik mendatang. Isu itu pun berpotensi memunculkan spekulasi baru mengenai peta politik Sumenep ke depan.
Namun, Zainal memilih meresponsnya dengan nada santai sekaligus tegas. Ia membantah bahwa dirinya pernah memiliki ambisi atau keinginan untuk maju sebagaimana narasi yang beredar.
Zainal bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermimpi untuk berada pada posisi tersebut.
“Saya sadar diri, saya sebagai petugas partai yang tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Jadi mohon jangan dibesar-besarkan,” ujar Zainal. Ujarnya. Selasa (27/10/26)
Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa dirinya tidak ingin isu yang beredar di media sosial berkembang menjadi kesimpulan politik seolah-olah dirinya telah menyiapkan langkah menuju Pilkada.
Bagi Zainal, posisi yang saat ini diembannya sebagai Ketua DPRD Sumenep merupakan bagian dari penugasan dan kepercayaan partai.
Karena itu, ia menempatkan dirinya sebagai kader yang menjalankan mandat organisasi, bukan sebagai figur yang sedang membangun pencitraan untuk kepentingan kontestasi elektoral berikutnya.
Sikap tersebut juga sejalan dengan rekam jejak pernyataannya ketika dipercaya menjadi pimpinan DPRD. Saat ditunjuk sebagai calon Ketua DPRD sementara pada 2024, Zainal pernah mengatakan dirinya tidak menyangka dan tidak pernah berpikir akan menduduki posisi tersebut.
Di tengah derasnya arus informasi politik di media sosial, bantahan Zainal menjadi penting karena potongan video maupun narasi yang beredar dapat dengan cepat membentuk persepsi publik, meski belum tentu menggambarkan sikap politik seseorang secara utuh.
Terlebih, nama Zainal bukan figur baru dalam dinamika politik Sumenep. Sebagai kader PDI Perjuangan, ia sebelumnya juga pernah menjadi bagian dari dinamika Pilkada Sumenep dan secara terbuka menegaskan posisinya sebagai petugas partai.
Kini, ketika isu mengenai calon-calon potensial untuk Pilkada mendatang mulai menjadi bahan perbincangan, Zainal justru memilih meredam spekulasi tersebut.
Ia meminta publik tidak membesar-besarkan narasi yang mengaitkan dirinya dengan agenda pencalonan.
Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa Zainal belum ingin menjadikan isu Pilkada sebagai panggung politik pribadinya. Pihaknya memilih menempatkan jabatan dan tanggung jawab yang sedang dijalankan sebagai prioritas.
Sebagai Ketua DPRD Sumenep, fokus Zainal saat ini berada pada fungsi kelembagaan dan kepentingan masyarakat. Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, ia menekankan pentingnya aspirasi masyarakat menjadi pijakan dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran daerah.
Karena itu, isu mengenai siapa yang akan melanjutkan estafet politik di Sumenep masih terlalu dini jika kemudian diarahkan kepada satu nama tertentu.
Zainal sendiri telah memberikan sinyal yang cukup jelas, dirinya tidak sedang mendeklarasikan diri, tidak sedang membangun ambisi, dan tidak ingin namanya dibesarkan hanya karena sebuah narasi yang beredar di media sosial.
“Saya sadar diri, saya sebagai petugas partai yang tidak punya apa-apa dan bukan siapa-siapa,” tegasnya.
Dengan demikian, isu “melanjutkan perjuangan Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo” untuk saat ini lebih tepat ditempatkan sebagai narasi yang beredar di ruang digital, bukan sebagai pernyataan resmi Zainal mengenai pencalonan dirinya.
Sementara dinamika politik Sumenep terus bergerak, Zainal memilih berada di jalur kelembagaan yaitu menjalankan amanah sebagai Ketua DPRD dan mengikuti keputusan partai.
Pewarta : wawan












