BeritaBudayaJAWA TIMURTrenggalek

Tayub Versi Trenggalek Meriah, Warga Suruh Kompak Lestarikan Seni Tradisional

17
×

Tayub Versi Trenggalek Meriah, Warga Suruh Kompak Lestarikan Seni Tradisional

Sebarkan artikel ini

Trenggalek – Seni budaya tradisional Tayub versi Trenggalek kembali digelar dan mendapat sambutan antusias masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung meriah namun tetap tertib dan aman pada Minggu malam, 27 September 2026, bertempat di kediaman Bapak Suwoyo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek.

Pagelaran Tayub ini menjadi salah satu bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kesenian tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman dan modernisasi.

Tayub merupakan seni pertunjukan tari yang melibatkan pramugari atau pemandu tari bersama sejumlah tamu yang secara bergantian ikut menari. Pertunjukan tersebut diiringi alunan gamelan Jawa dan diwarnai gerakan tari serta joget yang menjadi bagian dari tradisi Tayub.

Dalam pelaksanaannya, pramugari atau pemandu tari memberikan selendang kepada salah satu tamu sebagai tanda untuk mengikuti tarian. Setelah selesai, selendang kemudian diberikan kepada tamu lainnya secara bergantian hingga rangkaian pertunjukan berakhir.

Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang berbondong-bondong datang untuk menyaksikan langsung pagelaran seni budaya tersebut. Sejumlah sesepuh dan anggota paguyuban seni Tayub Trenggalek juga turut hadir untuk memeriahkan sekaligus menjaga keberlangsungan tradisi kesenian tersebut.

Sebagai tuan rumah, Suwoyo mengaku puas dengan pelaksanaan acara yang berjalan lancar, tertib dan aman.

Menurut salah seorang warga, Tayub versi Trenggalek memiliki karakter dan ciri khas tersendiri yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat setempat.

“Seni Tayub versi Trenggalek merupakan tradisi yang dimiliki masyarakat Trenggalek. Daerah lain seperti Jombang dan Ponorogo juga memiliki Tayub dengan ciri khas masing-masing. Jangan sampai kesenian ini dilupakan, khususnya oleh generasi penerus, karena sekarang sudah mulai banyak kesenian tradisional yang kurang dikenal,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga seni Tayub tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.

Pagelaran Tayub di Kecamatan Suruh tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap keberadaan seni tradisional. Di tengah derasnya budaya modern, keberadaan kesenian lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan warisan budaya daerah.

Pewarta: Sugeng

Tinggalkan Balasan