Jakarta, Globalindo.net — Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa akurasi data kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada kualitas masukan yang dihimpun oleh operator data desa.
Data inilah yang menjadi fondasi utama bagi Badan Pusat Statistik (BPS) dalam seluruh proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Lebih dari sekadar urusan administrasi, peran operator desa dinilai langsung menentukan ketepatan sasaran bantuan sosial yang diterima masyarakat. Semua pihak di tingkat atas mulai dari Kepala Desa, Bupati, hingga Menteri Sosial pada akhirnya bergantung pada data yang diinput dari desa, Begitu pula BPS dalam mengolah dan menetapkan peringkat desil.
“Kepala desa, bupati hingga Mensos tergantung hasil data yang diinput oleh operator data desa. BPS juga tergantung data yang diinput operator data desa. Jadi Pak Bupati, nasib kita tergantung operator data desa.” tegas Gus Ipul.
Pernyataan ini menegaskan satu hal mendasar, kualitas data di atas tidak akan lebih baik dari data yang masuk dari desa. Jika pendataan di tingkat asal tidak jujur, tidak teliti, atau justru dimainkan kepentingan tertentu, maka seluruh sistem penyaluran bantuan sosial ikut meleset dari sasaran.
Maka akurasi di garis depan pendataan menjadi kunci yang tidak bisa diabaikan.”
Pewarta: HR












