JAWA TIMURMagetanTNI /POLRI

Karhutla di Lereng Gunung Bancak, Polsek Kawedanan Bersama TNI, BPBD dan Warga Berjibaku Padamkan Api hingga Malam8

25
×

Karhutla di Lereng Gunung Bancak, Polsek Kawedanan Bersama TNI, BPBD dan Warga Berjibaku Padamkan Api hingga Malam8

Sebarkan artikel ini

MAGETAN, Globalindo.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Magetan. Kali ini, kobaran api melanda lahan milik warga di lereng Gunung Bancak, tepatnya di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, Rabu (19/8/2026).

Kebakaran yang terjadi di kawasan hutan rakyat tersebut membuat jajaran Polsek Kawedanan bersama TNI, BPBD Kabupaten Magetan, pemerintah desa dan masyarakat bergerak cepat melakukan pemadaman. Kondisi medan lereng yang cukup sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Titik api pertama kali diketahui sekitar pukul 15.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Kawedanan AKP Joko Yuwono bersama anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Berkat kesigapan petugas bersama masyarakat, api sempat berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, sekitar pukul 17.00 WIB kembali ditemukan titik api yang menyala di kawasan tersebut.

Kapolsek Kawedanan bersama anggota kemudian kembali menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Koramil, BPBD Kabupaten Magetan serta masyarakat untuk melakukan pemadaman lanjutan.

Upaya pemadaman berlangsung hingga malam hari. Sekitar pukul 20.30 WIB, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Dalam penanganan tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya jajaran Polsek Kawedanan, Koramil, BPBD Kabupaten Magetan, Pemerintah Desa Giripurno serta masyarakat sekitar.

Lahan yang terbakar merupakan lahan milik warga yang ditanami pohon jati. Luas kawasan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material berupa tanaman jati yang terbakar. Laporan media lain juga menyebut medan berupa lereng dan jurang menjadi kendala dalam menjangkau sejumlah titik api.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas menemukan titik api berasal dari kawasan yang lebih tinggi sebelum kemudian merembet ke bagian bawah lereng.

Kapolsek Kawedanan AKP Joko Yuwono mengatakan, pihaknya bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan langkah cepat untuk mencegah api meluas.

“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, kami bersama anggota langsung menuju lokasi dan berkoordinasi dengan TNI, BPBD serta masyarakat untuk melakukan pemadaman. Meskipun api sempat padam, kami kembali bergerak setelah ditemukan titik api yang menyala kembali hingga akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.30 WIB,” ujar AKP Joko.

Menurutnya, kondisi musim kemarau membutuhkan kewaspadaan bersama, terutama masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan kering.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api, khususnya di kawasan yang rawan terjadi kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di sekitar kawasan lahan dan hutan. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Sementara itu, penanganan karhutla di Magetan menjadi bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. BNPB mencatat kebakaran pada 19 Agustus juga terjadi di Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan, dengan total luasan terdampak di kedua lokasi mencapai sekitar 8 hektare. Pada 20 Agustus, api dilaporkan telah padam dan tidak terjadi perluasan area.

Polsek Kawedanan bersama TNI, BPBD dan pemerintah desa akan terus meningkatkan koordinasi serta kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi karhutla.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin sebelum kebakaran meluas dan mengancam lingkungan maupun permukiman warga.

Pewarta: Sur

Tinggalkan Balasan