JAWA TIMURMagetanTNI /POLRI

Kobarkan Api Proklamasi Polisi 1945, Polres Magetan Khidmat Peringati Hari Juang Polri 2026

17
×

Kobarkan Api Proklamasi Polisi 1945, Polres Magetan Khidmat Peringati Hari Juang Polri 2026

Sebarkan artikel ini

​MAGETAN , Globalindo.net Dalam rangka mengenang kembali sejarah emas perjuangan aparat kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, Kepolisian Resor (Polres) Magetan menggelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di halaman Mapolres Magetan pada hari Jumat, 21 Agustus 2026.

​Kegiatan upacara ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Magetan, Kompol Dodik Wibowo, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Kapolres Magetan, AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa. Turut hadir dalam barisan upacara seluruh Pejabat Utama (PJU) Polres, jajaran Kapolsek, serta segenap anggota Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Magetan.

​Di saat yang bersamaan, Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa turut hadir langsung dalam puncak peringatan Hari Juang Polri yang dipusatkan di kawasan Monumen Perjuangan Polri, Surabaya, Jawa Timur. Puncak acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo.

​Hari Juang Polri yang diperingati setiap tanggal 21 Agustus memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Pasca-Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam sidangnya pada 19 Agustus 1945 menyepakati usulan Oto Iskandardinata agar status polisi segera dimasukkan ke dalam kekuasaan Pemerintah Indonesia.

​Menyikapi keputusan krusial tersebut, pada 20 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin, selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya, menggelar rapat konsolidasi bersama anggotanya. Pertemuan ini melahirkan sebuah kesepakatan bulat: Polisi menyatakan sikap kesetiaan mutlak kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

​Puncaknya, pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin memimpin apel pagi di markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan Teks Proklamasi Polisi. Bunyi teks bersejarah tersebut menggetarkan semangat juang para anggota:

​”Oentoek bersatoe dengan rakjat dalam perdjoeangan mempertahankan Proklamasi 17 Agoestoes 1945 dengan ini menjatakan Poelisi sebagai Poelisi Repoeblik Indonesia.”

​Peristiwa ini menjadi pemantik semangat kepahlawanan. Pasukan Polisi Istimewa kemudian bergerak melakukan pelucutan senjata dari gudang-gudang militer Jepang, mendistribusikannya kepada badan-badan perjuangan rakyat, hingga turut serta bertempur dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya dan menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II.

​Gemuruh Proklamasi Polisi di Surabaya dengan cepat memicu gelombang heroisme anggota Polri di berbagai daerah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan, di antaranya:

​Aceh: Dipelopori Komisaris Polisi I.N Hasjim melawan Jepang.

​Sumatera Utara: Dipelopori Inspektur Polisi Mas Kadiran saat Agresi Militer Belanda.

​Sumatera Barat & Jakarta: Komisaris Polisi Sulaeman Effendi (Sumbar) dan Komisaris Polisi Sosrodanukusumo (Jakarta) memelopori pengibaran Sang Saka Merah Putih.

​Sulawesi & Jawa Barat: Komisaris Polisi Lanto Daeng Pasewang (Sulawesi) melawan Jepang, dan Komisaris Polisi Enoch Danubrata (Jabar) melawan tentara Sekutu.

​Jambi & Palembang: Komisaris Polisi Mohamad Insja (Jambi) menurunkan bendera Jepang, sementara Komisaris Polisi Mursodo (Palembang) memimpin perlawanan terhadap Belanda.

​Yogyakarta: Komisaris Polisi R.P. Soedarsono memelopori perebutan senjata di Kotabaru.

​Untuk mengenang deretan peristiwa heroik yang membuktikan besarnya peran polisi dalam mempertahankan kemerdekaan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., secara resmi menerbitkan Keputusan Kapolri No: Kep/95/I/2024 pada 22 Januari 2024, yang menetapkan tanggal 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri.

​​Dalam kesempatan upacara di Mapolres Magetan, Wakapolres Kompol Dodik Wibowo memberikan penekanan penting mengenai makna Hari Juang Polri bagi personel di masa kini.

​”Peringatan Hari Juang Polri ini bukanlah sekadar rutinitas seremonial, melainkan pengingat bahwa napas perjuangan dan kesetiaan kepada negara telah mengalir deras sejak Proklamasi Polisi 1945. Semangat keberanian dan patriotisme Inspektur Polisi Muhammad Jasin dan Polisi istimewa harus terus menyala dalam dada setiap personel,” tegas Kompol Dodik Wibowo.

​Lebih lanjut, Wakapolres juga mengingatkan bagaimana sejarah tersebut harus diimplementasikan dalam tugas kepolisian modern.

​”Sebagai Bhayangkara negara saat ini, medan pertempuran kita memang telah berubah. Medan juang kita sekarang adalah memberikan pengabdian terbaik, memastikan kamtibmas yang kondusif, dan selalu hadir membawa solusi di tengah masyarakat Magetan. Kita wujudkan kesetiaan itu melalui kerja nyata yang senantiasa setia, presisi, dan humanis,” pungkasnya.

​Melalui peringatan ini, jajaran kepolisian diharapkan terus memegang teguh komitmen untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang loyal tanpa batas, meneruskan api perjuangan para pendahulu bangsa. (Humas)
Pewarta : Sur

Tinggalkan Balasan