JAWA TIMURMaduraSumenepTNI /POLRI

Kematian Rohim Dugaan Laka Tunggal Terus Bergulir, Pernyataan Ayahnya Tuai Tanda Tanya, Benarkah Keputusan Tanpa Tekanan

81
×

Kematian Rohim Dugaan Laka Tunggal Terus Bergulir, Pernyataan Ayahnya Tuai Tanda Tanya, Benarkah Keputusan Tanpa Tekanan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Ada kalimat yang terdengar seperti keikhlasan. Ada pula diam yang justru melahirkan pertanyaan.

Pernyataan ayah almarhum Rohim menjadi sorotan karena mengaku tidak mau membawa masalah anaknya ke jalur hukum. Pernyataan ayah rohim dalam sebuah video, menyebut telah ikhlas atas kepergian anaknya dan memilih berdamai.

“saya bapak dari alm. rohim sudah berdamai dan tidak berkenan untuk melapor ke kepolisian. ikhlas karena sudah takdir dari Yang Maha Kuasa” ujar ayah rohim dalam video tersebut.

Namun, cara penyampaian pernyataan di dalam video mengundang tanda tanya. Beliau lebih banyak menunduk dan terkesan enggan menatap ke kamera maupun kepada orang yang ada di hadapannya yang sedang mendektinya.

Hal tersebut memunculkan banyak pertanyaan di tengah publik. apakah pernyataan tersebut atas kehendak sendri? atau ada orang yang mempengaruhi?. entahlah.

Hingga saat ini, tidak ada keterangan lebih lanjut dari keluarga rohim mengenai, apakah hal tersebut disampaikan secara suka rela? atau terdapat hal lain dibaliknya?.

Sementara, Kapolsek Batuputih AKP Abu Mahdura menjelaskan, sebelum kecelakaan terjadi, korban berada di kawasan Pantai Badur bersama seorang perempuan berinisial TIFA. Dua teman korban, Haris dan Iyon, juga berada di lokasi namun berada di gazebo berbeda.

Sekitar pukul 18.30 WIB, seorang saksi berinisial SUB yang disebut sebagai Kepala Dusun Mura’as bersama seorang lainnya mendatangi korban dan TIFA. Keduanya kemudian diajak berpindah ke lokasi yang lebih terang, yakni sebuah warung di kawasan Pasar Badur.

“Setelah korban, TIFA, SUB beserta satu orang lainnya tiba di warung di Pasar Badur, korban langsung pulang sendirian dan pergi ke arah timur,” jelas Kapolsek berdasarkan hasil pemeriksaan saksi.

Dalam perjalanan pulang, korban melintas di Jalan PUD Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya. Saat berada di lokasi tersebut, sepeda motor Honda Vario warna merah tahun 2018 yang dikendarai korban menabrak bagian got jembatan di sisi kiri jalan.

Benturan tersebut cukup keras hingga korban terpental sekitar satu meter dari sepeda motornya.

Seorang warga bernama Mashudi yang rumahnya berjarak sekitar 150 meter dari lokasi kejadian mendengar suara benturan. Ia kemudian mendatangi lokasi dan menemukan sepeda motor korban dalam kondisi rusak di sisi selatan got jembatan.

Korban ditemukan dalam posisi telungkup dan miring ke kanan. Saat itu, hidung dan mulut korban mengeluarkan darah, begitu pula bagian kedua telinganya. Kondisinya disebut setengah tidak sadarkan diri.

Warga kemudian memberikan pertolongan. Korban sempat dibawa menggunakan sepeda motor menuju rumah Bidan Desa Badur selanjutnya dibawa ke Puskesmas Batuputih.

Di Puskesmas Batuputih, korban masih dapat berbicara, tetapi kondisinya tidak sepenuhnya sadar. Petugas juga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, di antaranya luka pada hidung, mulut, telinga, dada, paha, selangkangan, dan kaki.

“Selanjutnya korban dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sekitar pukul 21.00 WIB dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 21.30 WIB,” kata Kapolsek Batuputih.

Jenazah korban kemudian dimakamkan pihak keluarga pada Sabtu (1/8/2026) di pemakaman Dusun Janggerra Timur, Desa Gadding, Kecamatan Manding.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan