SUMENEP,Globalindo.net – Warga Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, dikejutkan dengan penemuan seorang pria berinisial AS (38 tahun), warga asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kosnya. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Sumenep Kota AKP Maliyanto Effendi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa penemuan bermula dari kecurigaan rekan-rekan korban yang sejak pagi tidak melihat korban keluar kamar dan tidak merespons saat dipanggil.
“Rekan korban sudah beberapa kali mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Mereka kemudian melapor kepada pemilik usaha tempat korban bekerja. Setelah dicek melalui jendela kamar, korban diketahui sudah meninggal dunia,” jelas AKP Maliyanto.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pada Selasa (14/7) malam sekitar pukul 22.00 WIB, korban masih sempat berkumpul bersama sejumlah rekannya. Dalam pertemuan itu, korban menyampaikan permintaan maaf jika ada kesalahan selama bergaul, sekaligus menitipkan barang-barang pribadinya kepada teman-teman. Sekitar pukul 23.00 WIB, korban kembali masuk ke kamar kos.

Keesokan harinya, karena tidak ada aktivitas dari korban, rekan-rekannya kemudian melakukan pengecekan dan menemukan korban sudah tak bernyawa.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsubsektor Batuan bersama Unit Inafis Satreskrim Polresta Sumenep, Satreskrim, Sat Samapta, serta tim medis RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, memeriksa saksi, dan mengevakuasi jenazah.
Dari lokasi, polisi mengamankan seutas tali plastik, satu unit telepon genggam, serta kartu identitas milik korban.
Berdasarkan keterangan saksi, korban telah menetap di kosan tersebut selama lebih dari lima tahun dan sehari-hari bekerja sebagai penjual tahu bulat. Korban diketahui berstatus duda dan memiliki dua orang anak. Pihak keluarga menyatakan menerima musibah ini dan menolak adanya visum maupun autopsi terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan awal di lokasi belum menemukan indikasi adanya tindak pidana terkait kematian korban, namun penyelidikan masih terus dilakukan untuk melengkapi seluruh rangkaian peristiwa.
Polresta Sumenep mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi orang di sekitarnya, terutama jika terlihat mengalami tekanan emosional atau perubahan perilaku yang mengkhawatirkan. Dukungan dari keluarga, sahabat, dan lingkungan sangat penting agar mereka mendapatkan bantuan dan pendampingan yang dibutuhkan.”
Pewarta: HR












