BeritaJAWA TIMURSumenep

Berakhir Masa Pengabdian di Pulau Raas, Camat Subiyakto Pindah ke Arjasa, Warga Sampaikan Rasa Haru dan Doa

20
×

Berakhir Masa Pengabdian di Pulau Raas, Camat Subiyakto Pindah ke Arjasa, Warga Sampaikan Rasa Haru dan Doa

Sebarkan artikel ini

RAAS, SUMENEP,Globalindo.net – Kabar mutasi jabatan Camat Raas, Subiyakto, yang akan melanjutkan tugas di Kecamatan Arjasa, wilayah Pulau Kangean, menyisakan kesedihan mendalam sekaligus rasa terima kasih dari masyarakat Raas. Sosok yang menjabat sejak 21 Maret 2024 ini dinilai bukan sekadar pejabat pemerintahan, melainkan pemimpin yang benar-benar hadir dan dekat dengan hati rakyat.

Selama mengemban amanah di Pulau Raas, Subiyakto dikenal sangat aktif turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga secara langsung, dan berupaya menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau. Tak heran, begitu kabar kepindahannya tersebar, beragam ungkapan kehilangan dan doa terbaik membanjiri media sosial.

Salah satu yang menyampaikan perasaan itu adalah Masidatul Qudsa melalui akun Facebook pribadinya. Tulisan singkatnya mewakili perasaan banyak warga yang merasakan kepemimpinan Subiyakto:
“Bagi kebanyakan orang beliau selalu dikatakan pencitraan. Tapi yang pasti, masyarakat merasa dianggap ada di bawah kepemimpinannya. Terima kasih atas dedikasinya, Pak. Semoga kebaikan dan pengabdian Bapak di Pulau Raas dinilai sebagai ibadah.”

Kalimat sederhana itu menggambarkan eratnya hubungan emosional yang terjalin. Di tengah hiruk-pikuk dinamika pemerintahan, yang paling dirasakan warga bukanlah seberapa sering tampil di layar, melainkan seberapa besar kehadirannya membuat mereka merasa diperhatikan dan dihargai.

Bagi warga Raas, Subiyakto telah meninggalkan jejak pengabdian yang nyata. Selama lebih dari dua tahun, ia dinilai membawa semangat baru dalam pelayanan serta mempererat jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Banyak warga mengaku kehilangan figur pemimpin yang mudah ditemui, terbuka, dan responsif terhadap berbagai tantangan khas wilayah kepulauan.

Kabar kepindahannya pun disambut dengan perasaan haru, namun diiringi doa tulus untuk tugas selanjutnya. Mutasi memang merupakan dinamika biasa dalam birokrasi, namun tidak demikian dengan kenangan, dedikasi, dan hubungan kemanusiaan yang telah terbangun selama masa pengabdiannya—hal itulah yang tak mudah sekadar dipindahkan.

Kini Subiyakto bersiap melanjutkan pengabdiannya di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean. Sementara di Pulau Raas, namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu camat yang berhasil membuktikan bahwa pelayanan terbaik bermula dari kedekatan dengan rakyat.

“Terima kasih atas segala pengabdian dan dedikasinya, Pak Camat. Semoga setiap langkah kebaikan yang telah diberikan kepada masyarakat Raas menjadi amal jariyah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tutup harapan warga.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan