JAWA TIMURSumenep

Desa Lanjuk Manding. Pesona Wisata Religi Asta Jokotole, Potensi Alam, dan Kearifan Lokal yang Menarik Dikunjungi

38
×

Desa Lanjuk Manding. Pesona Wisata Religi Asta Jokotole, Potensi Alam, dan Kearifan Lokal yang Menarik Dikunjungi

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Kecamatan Manding di Kabupaten Sumenep menyimpan beragam kekayaan yang terus memikat perhatian, mulai dari potensi alam, budaya, hingga sejarah yang kental, Salah satu permata tersembunyi yang kini semakin dilirik adalah Desa Lanjuk.

Desa ini tidak hanya menawarkan suasana agraris yang asri dan produktif, namun juga memiliki daya tarik utama berupa wisata religi yang menyatu erat dengan jejak tokoh legendaris Madura.

Nama besar yang menjadi magnet utama Desa Lanjuk adalah keberadaan situs bersejarah sekaligus tempat keramat Asta Jokotole, yang diyakini sebagai petilasan atau makam leluhur serta tokoh perjuangan Jokotole.

Bagi masyarakat Madura, Jokotole adalah sosok raja sekaligus pahlawan legendaris yang dikenal memiliki kesaktian tinggi, kebijaksanaan luar biasa, dan jasanya membela tanah air, bahkan memiliki keterkaitan erat dengan masa kejayaan Kerajaan Majapahit.

d

Kepala Desa Lanjuk, Hozan, menjelaskan bahwa kawasan ini kini menjadi tujuan ziarah yang ramai dikunjungi.

“Setiap minggunya, terutama pada malam Jumat Kliwon atau hari-hari besar Islam, kawasan wisata religi ini selalu ramai didatangi peziarah. Mereka tidak hanya berasal dari dalam Kabupaten Sumenep, tapi juga dari berbagai daerah di seluruh Jawa Timur,” ujarnya saat ditemui Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep di kediamannya, Selasa (14/7/2026).

keberadaan situs ini juga menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai sejarah. “Wisata religi ini bukan hanya tempat mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan memori kolektif tentang kejayaan masa lalu daerah kita,” tambah Hozan yang telah dua periode menjabat sebagai Kepala Desa Lanjuk.

Selain kekayaan sejarah dan spiritual, Desa Lanjuk juga dianugerahi hamparan lahan pertanian yang sangat subur. Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian warga, dengan komoditas unggulan berupa tembakau, jagung, dan singkong.

Dikelilingi perbukitan yang asri dengan udara yang sejuk dan pemandangan hijau yang menenangkan, Desa Lanjuk dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata Berbasis Budaya, yang terintegrasi sepenuhnya dengan kawasan wisata religi Asta Jokotole.

Kunjungan ke Desa Lanjuk belum lengkap tanpa menikmati kelezatan kuliner tradisional khas setempat. Pengunjung dapat mencicipi sajian unik seperti Soto Sabreng atau yang dikenal sebagai soto singkong, yaitu hidangan legendaris berbahan dasar singkong rebus yang disajikan dengan kuah kaldu kental kaya rempah. Selain itu, ada pula keripik singkong buatan tangan warga yang renyah dan menjadi buah tangan paling favorit para peziarah sebelum pulang.

Pemerintah Desa Lanjuk bersama tokoh masyarakat dan warga terus bersinergi untuk menjaga kelestarian situs Asta Jokotole. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari perbaikan akses jalan menuju lokasi, penataan area parkir, hingga penyediaan tempat dagang yang layak bagi pelaku UMKM lokal.

“Asta Jokotole adalah aset berharga yang tidak ternilai bagi Desa Lanjuk. Kami berkomitmen penuh merawat warisan ini, sekaligus membukanya menjadi peluang ekonomi warga melalui pariwisata yang berlandaskan kearifan lokal,” tegas Hozan.

Secara administratif, Desa Lanjuk memiliki luas wilayah sekitar 6,41 kilometer persegi atau setara dengan 641 hektare. Luas ini mencakup sekitar 9,31 persen dari total keseluruhan luas wilayah Kecamatan Manding yang mencapai 68,88 kilometer persegi.

Dengan perpaduan harmonis antara nilai spiritual, jejak sejarah, keindahan alam, dan keramahan warga, Desa Lanjuk siap menyambut siapa saja yang ingin berziarah, berwisata, maupun mendalami kekayaan budaya asli tanah Madura.”

Pewarta: Eka

Tinggalkan Balasan