JAWA TIMURSumenep

DPRD Sumenep Desak Percepatan Distribusi Pupuk Bersubsidi ke Kepulauan Sapeken

17
×

DPRD Sumenep Desak Percepatan Distribusi Pupuk Bersubsidi ke Kepulauan Sapeken

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep mendesak Pemerintah Daerah bersama pihak distributor untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi ke wilayah Kecamatan Sapeken dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Desakan ini muncul menyusul banyaknya keluhan dari petani di pulau-pulau kecil yang kerap kesulitan mendapatkan pasokan pupuk tepat waktu saat musim tanam tiba.

Keluhan Berulang Petani Kepulauan
Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga merupakan perwakilan daerah pemilihan Sapeken, Syamsul Bahri, menyampaikan bahwa laporan keterlambatan pasokan terus masuk dari warga. Keterlambatan ini sangat merugikan karena langsung menurunkan produktivitas tanaman padi dan jagung yang menjadi tumpuan ekonomi mereka.

“Kami menerima banyak laporan, pupuk sering datang terlambat. Alasan yang sering dikemukakan adalah keterbatasan kapal pengangkut dan kondisi cuaca atau ombak yang buruk. Namun petani tidak bisa menunggu, musim tanam tidak bisa diundur. Kalau terlambat, musim tanam terlewat, dan yang terjadi adalah gagal panen,” ujar Syamsul Bahri saat dikonfirmasi, Minggu (12/7/2026).

Tiga Solusi Utama yang Diajukan
Untuk mengatasi masalah yang sudah berlangsung lama ini, Syamsul Bahri menekankan ada tiga poin penting yang harus segera ditindaklanjuti:

1. Percepatan jalur distribusi: Menambah armada kapal khusus pengangkut pupuk bersubsidi ke wilayah kepulauan menjelang dan selama musim tanam berlangsung.
2. Pemutakhiran data: Memperbarui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) secara berkala agar pupuk hanya diterima oleh petani yang benar-benar aktif bertani, serta mencegah penyelewengan penyaluran ke luar wilayah yang berhak.
3. Pembentukan stok penyangga: Menyiapkan gudang penyimpanan pupuk di pulau-pulau strategis, sehingga saat kondisi laut tidak memungkinkan pengiriman, petani tetap dapat mengakses kebutuhan pupuk dari stok yang sudah ada.

Rapat Lintas Pihak Akan Segera Dilaksanakan
DPRD berencana segera memanggil Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep, pihak distributor pupuk, serta perwakilan kelompok tani di Sapeken untuk membahas hal ini. Targetnya, segera disusun skema distribusi khusus wilayah kepulauan agar musim tanam tahun 2026/2027 tidak lagi terhambat masalah pasokan.

“Petani di kepulauan memiliki peran sangat vital menjaga ketahanan pangan daerah. Jangan sampai mereka kalah sebelum bertanding, atau gagal panen hanya karena pupuk terlambat datang,” tegas Syamsul Bahri.

Harapan Besar Petani
Kepedulian yang ditunjukkan Syamsul Bahri disambut apresiasi sekaligus harapan besar oleh para petani. Herlianto, petani asal Desa Saebus, mengaku sangat berharap masalah ini segera terselesaikan.

“Kami sangat berharap kebutuhan pupuk kami bisa terpenuhi dengan baik. Selama ini pupuk yang kami dapat hanya cukup untuk kebutuhan satu musim tanam padi dan jagung saja,” ungkap Herlianto.

Ia menambahkan, sebenarnya wilayah Sapeken memiliki potensi pertanian yang sangat besar untuk komoditas lain seperti cabai, tomat, dan semangka. Namun keterbatasan akses pupuk bersubsidi membuat potensi tersebut belum bisa dikembangkan secara maksimal.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan