BeritaJAWA TIMURSumenep

Potensi Lahan Pertanian Luas di Desa Gadding Belum Optimal Menjadi Sumber Kesejahteraan

22
×

Potensi Lahan Pertanian Luas di Desa Gadding Belum Optimal Menjadi Sumber Kesejahteraan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Desa Gadding, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, memiliki kekayaan alam berupa lahan pertanian yang sangat luas dan menyimpan potensi ekonomi yang cukup besar. Namun, hingga saat ini potensi tersebut belum sepenuhnya mampu dioptimalkan secara maksimal sehingga hasilnya belum sepenuhnya menjadi tumpuan penghasilan yang layak bagi sebagian besar warganya.

Berdasarkan data yang ada, luas wilayah Desa Gadding mencapai sekitar 1.296.455 hektare, dengan sebagian besar wilayahnya merupakan lahan pertanian. Pada musim hujan, lahan-lahan tersebut umumnya ditanami padi, jagung, serta berbagai jenis tanaman palawija lainnya. Sementara itu, saat memasuki musim kemarau seperti yang terjadi saat ini, sebagian besar lahan beralih fungsi menjadi lahan penanaman tembakau yang menjadi komoditas andalan warga setempat.

Kepala Desa Gadding, Busairi, mengaku sangat bersyukur atas karunia alam yang dimiliki desanya. Ia menyebutkan bahwa dari luas lahan yang mencapai lebih dari seribu hektare itu, hampir 99 persen penduduknya berprofesi sebagai petani. Sebagian kecil lainnya bergerak di bidang perdagangan, jasa pertukangan, hingga menjadi karyawan. Meskipun demikian, realita di lapangan menunjukkan bahwa hasil bertani belum mampu memberikan kesejahteraan yang memadai secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur memiliki lahan yang luas dan mayoritas warga adalah petani. Namun sayangnya, hasilnya belum benar-benar menjadi tumpuan penghasilan yang cukup baik bagi kehidupan sehari-hari. Semoga panen tembakau tahun ini hasilnya bagus dan harganya juga stabil tinggi, sehingga petani bisa menikmati hasilnya. Sebelumnya harga tembakau sempat tidak menentu, padahal dua hingga tiga tahun ke belakang kondisinya masih terasa lebih baik,” ujar Busairi saat ditemui, Selasa (07/07/2026).

Menurut kepala desa yang telah menjabat selama dua periode ini, terdapat sejumlah tantangan mendasar yang menghambat perkembangan sektor pertanian di desanya. Salah satunya adalah status kepemilikan lahan yang beragam. Sebagian lahan yang digarap warga ternyata bukan milik perseorangan maupun kas desa setempat, melainkan merupakan Tanah Kas Desa (TKD) milik desa lain serta lahan yang dikelola oleh lembaga yayasan. Kondisi ini memaksa sejumlah petani harus membayar biaya sewa agar dapat menggarap lahan tersebut, sehingga otomatis mengurangi keuntungan yang didapatkan saat panen tiba.

Selain itu, ditemukan pula sejumlah lahan tidur yang tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya. Hal ini terjadi karena perhitungan biaya produksi yang cukup tinggi sering kali tidak sebanding dengan hasil panen yang diperoleh, membuat pemilik lahan enggan untuk menggarapnya.

Masalah lain yang tak kalah krusial adalah berkurangnya minat generasi muda untuk melanjutkan usaha di bidang pertanian. Banyak pemuda di Desa Gadding yang lebih memilih merantau ke luar daerah, terutama ke kota-kota besar seperti Jakarta, untuk membuka usaha atau bekerja di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan.

“Anak muda di sini banyak yang memilih pergi merantau ke Jakarta dan kota lainnya. Kebanyakan mereka membuka usaha warung khas Madura atau bekerja di bidang lain. Mereka merasa bertani kurang menjanjikan dibandingkan mencari penghidupan di perantauan,” jelasnya.

Berbagai kendala tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu dicarikan solusinya. Busairi berharap adanya dukungan lebih serius dari dinas terkait, khususnya Dinas Pertanian, untuk memberikan penyuluhan, edukasi, dan pendampingan teknis guna meningkatkan kualitas hasil pertanian. Generasi muda juga perlu diajak untuk kembali melirik potensi yang ada di desanya, agar tidak terjadi kekosongan tenaga kerja di sektor pertanian di masa mendatang.

“Selain pendampingan dan penyuluhan, kami juga sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Jika akses jalan, irigasi, serta fasilitas pendukung lainnya baik, maka petani akan lebih mudah mengembangkan potensi yang ada. Harapannya, hasil pertanian bisa lebih maksimal dan kesejahteraan warga pun meningkat,” pungkas Busairi.

Pewarta:HR

Tinggalkan Balasan