JAWA TIMURMBGSumenep

Viral! Kepala Dapur Program Makan Bergizi Gratis Sumenep Berinisial M Diduga Selingkuh dengan Karyawannya Berinisial H

20
×

Viral! Kepala Dapur Program Makan Bergizi Gratis Sumenep Berinisial M Diduga Selingkuh dengan Karyawannya Berinisial H

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net — Isu tak sedap kembali mencuat di tengah pelaksanaan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep. Kali ini, sosok kepala dapur pusat pelaksana program tersebut yang berinisial M menjadi sorotan tajam dan pembicaraan hangat di berbagai kalangan masyarakat, setelah beredar kabar bahwa ia diduga terlibat dalam hubungan perselingkuhan dengan salah satu karyawannya sendiri yang berinisial H.

Berita ini menyebar dengan sangat cepat dan menjadi viral di berbagai grup percakapan warga maupun media sosial sejak lama. Banyak warga yang merasa kecewa dan mempertanyakan integritas petugas yang diberi amanah mengelola program besar yang bersumber dari uang negara tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, dugaan hubungan terlarang antara M yang menjabat sebagai penanggung jawab atau kepala dapur, dengan H yang merupakan staf atau karyawan di lokasi pengolahan makanan tersebut, diketahui sudah berlangsung cukup lama. Kabar ini awalnya hanya menjadi bisik-bisik di kalangan lingkungan kerja, namun semakin terbuka dan terkuat setelah muncul berbagai bukti keterlibatan dan kedekatan juga foto yang dinilai melebihi batas hubungan atasan dan bawahan.

“Sudah lama terdengar suaranya. Hubungan mereka berdua sangat dekat, bahkan sering terlihat berdua saja di luar jam kerja. Awalnya kami diam saja, tapi karena kelakuannya semakin terang-terangan dan diketahui banyak orang, akhirnya warga pun banyak yang tahu dan menggunjingkan,” ungkap salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (02/06/2026) malam.

Kabar ini sontak memicu kemarahan dan kekecewaan masyarakat. Pasalnya, program Makan Bergizi Gratis adalah program prioritas nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan pelajar, yang dibiayai sepenuhnya oleh anggaran negara. Masyarakat berharap para pengelolanya adalah orang-orang yang tidak hanya cakap dalam bekerja, tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik serta teladan.

Banyak pihak menilai, jika dugaan perselingkuhan ini terbukti benar, maka hal itu sangat mencoreng nama baik program MBG di Sumenep. Kepercayaan publik terhadap pengelolaan dapur pun dikhawatirkan akan menurun drastis. Warga mulai bertanya-tanya, bagaimana mungkin seseorang yang tidak bisa menjaga etika dan kehormatan diri serta rumah tangga, dipercaya mengelola amanah besar yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Kami menaruh harapan besar pada program ini agar anak-anak kita sehat dan cerdas. Tapi kalau pemimpin dapurnya saja kelakuannya begitu, bagaimana kami bisa percaya makanan yang disajikan dikelola dengan baik dan amanah? Ini sangat disayangkan dan memalukan,” ujar seorang warga yang merasa kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak M maupun pihak H terkait isu yang kini menjadi buah bibir tersebut. Pihak penyelenggara program MBG di tingkat kabupaten juga belum memberikan tanggapan terkait dugaan pelanggaran etika kerja yang dilakukan oleh petugasnya ini.

Isu ini kini makin meluas dan menuntut kejelasan. Masyarakat berharap pihak pengelola pusat maupun pemerintah daerah segera melakukan pengecekan fakta. Jika terbukti benar, publik menuntut adanya tindakan tegas dan evaluasi kinerja, agar amanah negara yang diperuntukkan bagi gizi anak bangsa tidak dipegang oleh orang-orang yang merusak citra dan tujuan mulia program tersebut.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan