BANDUNG, Globalindo.Net -Dir Tahti Polda Jabar AKBP Widodo, A.Md., S.E., M.M. bersama tim turun langsung ke Polrestabes Bandung, Selasa (26/05/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, Aula Besar Polrestabes Bandung menjadi pusat asistensi pengamanan dan pengawasan rumah tahanan T.A. 2026.
Kegiatan ini dihadiri Wakapolrestabes Bandung AKBP Dr. Dedi Wahyudi, S.Sos., S.I.K., M.H., M.I.K. mewakili Kapolrestabes Kombes Pol. Dedi Supriyadi, S.I.K., Kasat Tahti AKP Abdul Gafar, S.H., para PJU Polrestabes Bandung, Kapolsek jajaran, Kasi Propam, Kasiwas, Pakor Polwan, Pamapta, Kasium Polsek, hingga seluruh personel Sat Tahti.

Soroti Integritas, Larang Fasilitas di Luar SOP
Dalam arahannya, AKBP Widodo menekankan satu hal utama: integritas personel jaga tahanan. Ia melarang keras pemberian fasilitas tambahan di luar SOP atau tindakan transaksional yang bisa mencoreng nama Polri.
“Jaga tahanan bukan sekadar jaga pintu. Ini soal marwah institusi. Jangan ada fasilitas khusus, jangan ada transaksi. Jalankan SOP secara disiplin,” tegasnya di hadapan peserta.
Dir Tahti juga meminta personel rutin mengecek jumlah tahanan, kondisi jeruji besi, kebersihan ruang, sirkulasi udara, serta memastikan CCTV berfungsi 24 jam. Pengawasan digital dinilai jadi kunci untuk mencegah celah keamanan.
Menjelang jam besuk, AKBP Widodo mengingatkan kewaspadaan ekstra terhadap penyelundupan barang terlarang oleh pembesuk maupun tahanan. Pemeriksaan barang bawaan harus selektif, teliti, dan razia ruang tahanan wajib dilakukan rutin, terutama setelah jam besuk selesai.
Selain keamanan, aspek kemanusiaan juga disorot. Dir Tahti meminta ruang tahanan dijaga kebersihannya dan tahanan yang sakit segera dikoordinasikan ke Dokkes untuk penanganan medis atau rujukan. “Tahanan tetap manusia, hak kesehatannya harus dipenuhi,” ujarnya.
Rutan Sat Narkoba Dinilai Over Kapasitas
Berbeda dari agenda biasanya, Dir Tahti tidak melakukan pengecekan langsung ke ruang tahanan Sat Narkoba Polrestabes Bandung. Alasannya, pengecekan sudah sering dilakukan dan kondisi fisik ruang dinilai tidak layak lagi.
“Ruang tahanan Sat Narkoba sudah over kapasitas dan tidak layak. Saya sarankan rutin titipkan tahanan ke Rutan Kebon Waru, Sukamiskin, atau Rutan Polda Jabar untuk keamanan bersama,” arah AKBP Widodo.
Asistensi ditutup pukul 10.30 WIB dalam situasi aman, tertib, dan kondusif. Dengan kombinasi pengawasan ketat dan pelayanan humanis, Polrestabes Bandung diharapkan mampu meminimalisir gangguan kamtibmas di rumah tahanan sepanjang 2026.
Mau saya bikinin juga versi judul + lead 2 baris khusus buat postingan Instagram/WhatsApp biar lebih ringkas dan “ngena”?
Uje
Sumber Polrestabes Bandung












