SUMENEP,Globalindo.net – Di tengah memanasnya sengketa lahan di Desa Parsanga kabupaten Sumenep Madura jawa timur yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan Markas Batalyon YonTP 931/Ksatria Jokotole, sikap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep dari Fraksi PDI Perjuangan, Sutan Hady, justru menjadi sorotan.sabtu 23/05/2026
Sebagai wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dan anggota Komisi I, ia belum memberikan tanggapan apa pun saat dikonfirmasi mengenai klaim puluhan bidang tanah bersertifikat SHM milik warga yang masuk dalam kawasan proyek tersebut.
Tim media Globalindo.net telah berupaya meminta keterangan secara langsung melalui pesan WhatsApp kepada Sutan Hadi, terkait posisi dan sikap politiknya menyikapi persoalan yang menyangkut hak kepemilikan warga daerah pemilihannya. Namun hingga berita ini diturunkan, pesan yang dikirimkan tidak ada balasan, dan belum ada pernyataan resmi maupun penjelasan yang disampaikan kepada publik.
Ke tidak tanggapan ini tentu menjadi pertanyaan besar, terlebih karena Sutan Hady merupakan wakil rakyat dari partai yang selalu mengusung semangat perjuangan membela kepentingan rakyat kecil. Sebagai anggota Komisi I yang membidangi pemerintahan, hukum, dan keamanan, persoalan sengketa lahan dan hak warga semestinya menjadi ranah utama yang harus diperhatikan dan diperjuangkan.
Masyarakat setempat yang merasa memiliki hak sah dengan bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) resmi, sangat berharap sosok seperti Sutan Hadi dapat hadir dan menjadi garda terdepan pembelaan. Harapan itu muncul mengingat arahan dan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang selalu menekankan agar seluruh kader dan anggota dewan partai itu harus benar-benar menjadi pelindung dan pembela “wong cilik”, tidak berpihak pada kekuasaan atau kepentingan lain, serta senantiasa memihak kebenaran dan keadilan bagi rakyat.
“Kami berharap Pak Sutan Hady bisa hadir, bertemu kami, dan memperjuangkan hak kami. Beliau wakil kami, dari dapil kami, dan partainya kan terkenal membela rakyat. Seperti yang sering disampaikan Ibu Mega, kader harus ada di tengah rakyat, membela yang lemah,” ujar salah satu warga yang merasa terdampak.
Hingga kini, posisi sikap Sutan Hady masih belum diketahui. Publik menanti apakah ia akan segera bersuara, turun langsung ke lokasi, dan memfasilitasi penyelesaian sengketa ini, atau justru diam di tempat di tengah persoalan yang kian memanas dan menyangkut nasib banyak warga Desa Parsanga. Sikap yang diambilnya nanti dinilai akan menjadi bukti nyata apakah semangat perjuangan yang diusung partai benar-benar diterapkan hingga ke akar rumput.”
Pewarta: HR












