Ngawi – Relawan Bolone Mase Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan konsolidasi dan silaturahmi di kediaman Koordinator Daerah (Korda) Bolone Mase Ngawi, Hadi Tri Swasana, Selasa (12/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh koordinator kecamatan (Korcam) Bolone Mase se-Kabupaten Ngawi.
Kegiatan diawali dengan istighosah bersama yang dipanjatkan untuk mendoakan Presiden serta bangsa Indonesia agar senantiasa dalam kondisi aman, damai, dan kondusif. Suasana penuh keakraban tampak mewarnai jalannya acara yang berlangsung sederhana namun sarat makna kebersamaan antarrelawan.
Konsolidasi tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota setelah rangkaian agenda politik usai digelar. Para relawan juga diajak terus menjaga komunikasi dan memperkuat solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Hadi Tri Swasana menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik yang memicu perpecahan.
“Semua pihak harus saling menjaga kerukunan antarumat dan jangan sampai menimbulkan gejolak yang justru membuat perpecahan di tengah masyarakat,” ujar Hadi.
Menurutnya, relawan memiliki peran penting dalam menjaga suasana tetap damai dan sejuk. Karena itu, sikap saling menghormati dan mengedepankan persatuan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Koordinator Nasional Bolone Mase, Kuat Hermawan Santoso, menyampaikan bahwa kegiatan di Ngawi menjadi penutup rangkaian konsolidasi relawan yang digelar Koordinator Wilayah Jawa Timur di 14 kota dan kabupaten.
“Acara ini menjadi penutup rangkaian konsolidasi yang sudah dilakukan di 14 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Tujuannya untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga kekompakan relawan,” kata Kuat.
Dalam kesempatan tersebut, Kuat Hermawan Santoso juga menyoroti fenomena media sosial yang dinilai semakin bebas tanpa diimbangi etika dalam menyampaikan pendapat. Ia menilai budaya sopan santun mulai terkikis akibat kebiasaan berkomentar secara berlebihan di ruang digital.
“Kebebasan di media sosial jangan sampai bertolak belakang dengan budaya kita yang menjunjung tinggi adab dan sopan santun. Saat ini banyak pendapat disampaikan secara kebablasan,” ujarnya.
Tokoh relawan lainnya, Majid Widigdo, turut mengajak seluruh relawan untuk terus menjaga semangat persatuan serta memberikan dukungan positif terhadap jalannya pemerintahan dan kehidupan sosial masyarakat.
“Relawan harus tetap hadir menjaga optimisme dan mendukung jalannya pemerintahan dengan cara-cara yang santun serta membangun persatuan,” kata Majid.
Ia menambahkan, keberadaan relawan tidak boleh berhenti hanya pada momentum politik semata. Soliditas yang telah terbangun, menurutnya, harus terus dirawat sebagai kekuatan sosial yang mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat dan bangsa.
“Soliditas ini harus terus dijaga sebagai kekuatan untuk menghadirkan energi positif bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya
As/Red












