Ngawi – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Ngawi resmi meluncurkan program “Hari Fraksi” yang akan digelar rutin setiap hari Jumat. Program ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat, sekaligus memperkuat komunikasi antara partai dan konstituen.
Pelaksanaan perdana yang digelar di Kantor DPC PKB Ngawi pada Jumat (1/5/2026) langsung dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Mulai dari buruh, petani, guru honorer, pelaku UMKM, hingga organisasi masyarakat hadir untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.
Ketua Fraksi PKB DPRD Ngawi, Nuri Karimatunnisa, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut instruksi dari DPW agar seluruh fraksi di Jawa Timur menyediakan satu hari khusus untuk menyerap aspirasi masyarakat dan serentak launching di tgl 1 Mei 2026.
“Seluruh anggota fraksi tanpa kecuali diminta meluangkan waktu dengan sistem piket atau stand by di kantor DPC PKB secara bergilir. Tujuannya agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Menurutnya, “Hari Fraksi” dirancang tidak hanya sebagai forum serap aspirasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat koordinasi internal partai serta membangun komunikasi politik yang sehat dan terbuka.
“Kami ingin politik tidak hanya hadir saat pemilu. Fraksi PKB harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung persoalan warga,” tegas Nuri.
Pada hari pertama, sejumlah aspirasi mencuat. Seorang buruh tani, Ibnu, menyampaikan kondisi di lapangan distribusi pupuk subsidi yang dinilai tidak tepat waktu.
“Kalau petani butuh pupuk, justru belum tersedia. Tapi saat sudah tidak dibutuhkan, pupuk malah datang. Ini perlu dicari akar masalahnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ginanjar, pelaku usaha tempe rumahan, menyoroti minimnya perhatian terhadap pelaku UMKM yang baru merintis usaha. Ia berharap ada dukungan lebih konkret dari pemerintah agar usaha kecil bisa berkembang.
Penyampaian aspirasi juga datang dari sektor pendidikan. Vita, guru honorer di sekolah swasta, kembali menyoroti persoalan klasik terkait kesejahteraan.
“Kami kurang diperhatikan dari sisi gaji, dan sering tidak diprioritaskan saat pembukaan CPNS,” katanya.

Fraksi PKB berharap, melalui program ini, kantor partai dapat menjadi ruang hidup bagi masyarakat untuk berdialog secara langsung dengan wakil rakyat. Selain menyerap aspirasi, program ini juga diharapkan mampu menghadirkan wajah politik yang lebih responsif, terbuka, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Dengan digelarnya “Hari Fraksi” setiap Jumat, Fraksi PKB Ngawi menargetkan peningkatan partisipasi publik dalam pembangunan daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara partai politik dan masyarakat secara berkelanjutan.
As/Red












