JAWA TIMURSumenep

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Ungkap Strategi Pemerintah Daerah Lindungi Petani Garam

25
×

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Ungkap Strategi Pemerintah Daerah Lindungi Petani Garam

Sebarkan artikel ini

SURABAYA,Globalindo.net — Pemerintah Kabupaten Sumenep terus memperkuat pendampingan bagi petani garam melalui kolaborasi lintas tingkat. Program ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat demi kesejahteraan para pambangan.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam meningkatkan produksi dan kualitas garam nasional.

Menurutnya, upaya ini bukan hal baru. Sejak tahun 2011, telah berjalan program strategis bernama PUGAR atau Pengembangan Usaha Garam Rakyat. Program ini dinilai sangat penting untuk mendukung petani meningkatkan kualitas hasil panen mereka.

“Pendampingan petani garam bukan hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan provinsi dan pusat,” kata Bupati Fauzi saat mengikuti Dialog Khusus tentang swasembada garam yang diselenggarakan oleh JTV, Senin (20/04/2026).

Bupati Fauzi menjelaskan, Program PUGAR dijalankan melalui pendekatan kelompok petani. Tujuannya agar produksi menjadi lebih optimal dan kualitas garam bisa memenuhi standar nasional.

“Salah satu dukungan konkret pemerintah berupa bantuan geomembran. Bantuan ini diberikan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten secara bersama,” ungkapnya.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, teknologi geomembran memiliki peran vital.

“Geomembran ini membantu meningkatkan kualitas garam. Teknologi ini mampu menjaga kebersihan dan mempercepat proses produksi,” timpalnya.

Bupati Fauzi juga menekankan bahwa sektor garam berkaitan erat dengan kepentingan nasional dan ketahanan pangan. Namun, tantangan terbesar yang dihadapi petani adalah faktor alam.

“Cuaca bisa membuat petani senang, tetapi juga bisa merugikan. Hujan panjang tentu berpengaruh pada hasil garam,” jelasnya.

Karena itulah, pemerintah terus memberikan bantuan dan pemberdayaan. Pendampingan dilakukan secara berkelompok karena dinilai lebih efektif daripada perorangan.

“Pendekatan kelompok lebih efektif. Selain memperkuat koordinasi, juga meningkatkan efisiensi distribusi bantuan,” terangnya.

Terkait hubungan dengan PT Garam, Bupati Fauzi memastikan saat ini berjalan sangat baik. Mayoritas petani di Sumenep mengelola lahan milik PT Garam maupun lahan pribadi, sehingga interaksi tetap terjalin secara alami.

“Mayoritas petani garam di Sumenep mengelola lahan PT Garam, sebagian mengelola lahan milik sendiri. Hal ini membuat interaksi dengan PT Garam tetap terjalin secara alami,” terang suami Nia Kurnia itu.

Pemerintah daerah juga memfasilitasi komunikasi terkait harga jual agar sesuai standar nasional.

“Kerja sama ini penting agar petani tidak dirugikan dan harga tetap stabil sesuai ketentuan nasional,”

Pewarta: HR-Eka

Tinggalkan Balasan