PolitikBeritaJAWA TIMURNgawi

Muscab PKB Ngawi Panaskan Persaingan Internal, Tiga Nama Kuat Berebut Kursi Ketua DPC

131
×

Muscab PKB Ngawi Panaskan Persaingan Internal, Tiga Nama Kuat Berebut Kursi Ketua DPC

Sebarkan artikel ini

Ngawi – Dinamika internal Partai Kebangkitan Bangsa kembali menghangat. Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kabupaten Ngawi yang digelar di Hotel Nata Azana Ngawi, Sabtu (4/4/2026), bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi arena awal pertarungan tiga figur kuat menuju kursi Ketua DPC.

Tiga nama resmi diusulkan: Nuri Karimatunnisa, Anas Hamidi, dan H. Kalam. Ketiganya disebut memiliki basis dukungan dan rekam jejak yang cukup solid, menandakan kontestasi internal PKB Ngawi tidak akan berjalan datar.

Perwakilan DPP PKB sekaligus anggota DPR RI, Rivqy Abdul Halim, mengakui bahwa proses penentuan calon dilakukan melalui pemetaan ketat, termasuk penilaian langsung dari tim pusat yang turun ke daerah.

“Ini bukan proses instan. Kami melihat langsung pergerakan kader, mendengar masukan dari bawah, dan memastikan figur yang muncul benar-benar siap memimpin,” tegasnya.

Adu Kuat Basis dan Loyalitas
Muscab kali ini memperlihatkan satu hal penting: PKB serius menata ulang kekuatan internalnya di daerah. Dengan peningkatan kursi DPRD dari 4 (2019) menjadi 6 (2024), Ngawi menjadi salah satu titik strategis yang diperebutkan.

Target pun dipatok tinggi—10 kursi pada Pemilu 2029.

Namun, di balik target ambisius itu, tersimpan tantangan besar: menjaga soliditas di tengah potensi tarik-menarik kepentingan internal.

“Politik itu dinamis. Kami realistis, tapi ingin tetap punya posisi strategis, termasuk peluang di Pilkada,” kata Rivqy.

Ujian Berat di Tangan DPP
Tiga nama yang muncul belum final. Mereka harus melewati tahapan uji kelayakan dan kompetensi di DPP, termasuk psikotes dan paparan visi-misi. Dari sinilah akan ditentukan siapa yang benar-benar layak memegang kendali PKB Ngawi lima tahun ke depan.

Pengumuman hasil seleksi diperkirakan dilakukan sebelum peringatan Hari Lahir PKB, yang juga akan menjadi momentum pelantikan serentak pengurus DPC se-Indonesia.

Sinyal Tegas dari Kandidat
Di tengah menghangatnya persaingan, para kandidat mulai menyuarakan sikap.

Anas Hamidi menekankan pentingnya menjaga soliditas pasca-Muscab.

“Jangan sampai perbedaan pilihan justru melemahkan partai. Siapapun yang terpilih harus jadi pemersatu,” ujarnya.

Sementara itu, Nuri Karimatunnisa—yang juga menjabat Sekretaris DPC—memberikan sinyal tegas soal arah kepemimpinan ke depan.

“Yang memimpin harus loyal dan tegak lurus dengan instruksi partai. Tidak ada ruang untuk berjalan sendiri,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tingginya partisipasi kader dalam Muscab sebagai bukti bahwa PKB Ngawi sedang dalam momentum kebangkitan.

“Kehadiran hampir 100 persen menunjukkan PKB sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata,” tambahnya.

Momentum atau Potensi Friksi?
Dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Meraih Kemenangan”, Muscab ini di satu sisi menjadi simbol persatuan. Namun di sisi lain, juga membuka babak baru persaingan internal yang tak bisa dihindari.

Pertanyaannya kini: apakah PKB Ngawi mampu mengelola kompetisi ini menjadi kekuatan, atau justru memicu friksi internal?

Yang jelas, arah kepemimpinan baru PKB Ngawi tidak hanya menentukan masa depan partai di daerah, tetapi juga berpengaruh pada peta politik menuju 2029.

Tinggalkan Balasan