SUMENEP, Globalindo.Net — Musibah kebakaran hebat mengguncang warga Desa Kangayan, Kecamatan Kangayan, Kab Sumenep Selasa (24/3), setelah rumah milik seorang warga bernama Ibu Madawia ludes dilalap si jago merah. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba ini menyisakan luka mendalam, baik secara fisik maupun batin.
Api yang diduga cepat membesar itu melahap seluruh bagian rumah yang sebagian besar terbuat dari material kayu. Dalam hitungan menit, bangunan sederhana tersebut tak lagi dapat diselamatkan. Kobaran api menjulang tinggi, membuat warga sekitar hanya bisa menyaksikan dengan perasaan cemas dan tak berdaya.
Korban, Ibu Madawia, mengalami luka bakar serius akibat peristiwa tersebut dan segera dilarikan ke rumah sakit besar untuk mendapatkan penanganan intensif. Hingga kini, kondisinya masih dalam perhatian tenaga medis.
Atas inisiatif Camat Kangayan, warga desa dikerahkan untuk membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak mampu membendung ganasnya api yang terlanjur membesar. Saat warga tiba di lokasi, rumah sudah dalam kondisi nyaris rata dengan tanah.

Jurnalis Globalindo yang melaporkan langsung dari tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan bahwa kebakaran berlangsung sangat cepat. Minimnya peralatan pemadam serta mudahnya material bangunan terbakar menjadi faktor utama sulitnya pengendalian api.
Tak hanya bangunan rumah, satu unit kendaraan roda dua milik korban juga ikut hangus terbakar. Lebih memilukan lagi, seluruh tabungan yang disimpan di dalam rumah turut musnah tanpa sisa. Kerugian sementara ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, meskipun belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah setempat.
Di balik peristiwa ini, terselip kisah ketabahan seorang warga yang harus kehilangan hampir seluruh harta bendanya dalam sekejap. Namun, solidaritas warga Kangayan menjadi secercah harapan di tengah duka. Mereka bahu-membahu membantu, menunjukkan bahwa kemanusiaan tetap hidup di tengah musibah.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada rumah dengan material yang mudah terbakar. Di sisi lain, diperlukan perhatian lebih dari pemerintah terkait kesiapsiagaan dan fasilitas penanggulangan kebakaran di wilayah pedesaan.
Sigit












