Trenggalek, 7 Maret 2026 — Para pegiat budaya di Kabupaten Trenggalek menggelar sarasehan budaya bertajuk “Aktualisasi Kejawen dalam Hubungannya dengan Kraton sebagai Patron Kebudayaan”. Kegiatan ini berlangsung di Aula LBH Gajah Putih Trenggalek pada Sabtu (7/3/2026) dan diikuti tokoh masyarakat, pemerhati budaya, serta pegiat kebudayaan Jawa.
Sarasehan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka untuk membahas nilai-nilai kejawen serta peran kraton dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan Jawa di tengah perubahan zaman.
Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama LBH Gajah Putih Trenggalek, Yayasan Adicitra Nusantara, dan Kadang DEKAT (Dewan Kebudayaan dan Adat Trenggalek) sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelestarian warisan budaya leluhur.
Dalam forum tersebut, para narasumber memaparkan berbagai pokok bahasan penting, mulai dari hakikat dan filosofi kejawen, peran kraton sebagai patron kebudayaan Jawa, hingga bagaimana nilai-nilai kejawen dapat terus diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat modern.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta sepakat bahwa kejawen bukan sekadar tradisi atau ritual budaya, melainkan juga mengandung filosofi kehidupan yang mendalam. Nilai-nilai tersebut mengajarkan keseimbangan hidup, keselarasan, serta harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.
Menurut penyelenggara, sarasehan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan kebudayaan Jawa, sekaligus mempertegas posisi kraton sebagai salah satu pusat penjaga tradisi dan tata nilai budaya.
Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya Jawa diharapkan tidak hanya dipahami sebagai warisan masa lalu, tetapi juga mampu menjadi pedoman hidup yang relevan bagi masyarakat di tengah perkembangan zaman.
Pewarta: Sugeng












