SUMENEP, Globalindo.Net – Program tiket kapal gratis rute Kangean-Kalianget yang dijadwalkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep pada 12 hingga 18 Maret 2026 menuai polemik di tengah masyarakat kepulauan. Tiket gratis yang disediakan sudah habis sebelum program resmi diberlakukan, membuat warga Kangean bingung dan kekecewaan.
Masyarakat mencoba melakukan pemesanan melalui aplikasi Ekspres Bahari Mobile, namun kuota tiket gratis untuk tanggal yang dijadwalkan sudah dinyatakan habis. “Di aplikasi Ekspres Bahari Mobile tiket gratisnya sudah habis, padahal programnya baru akan berlaku tanggal 12 Maret. Ini membuat masyarakat bingung,” ungkap salah satu warga Kangean.
Masyarakat menilai akses atau tautan pemesanan tiket gratis tidak seharusnya dibuka terlalu awal sebelum jadwal pelaksanaan. Jika sistem dibuka jauh hari sebelumnya tanpa sosialisasi yang jelas, dikhawatirkan tidak semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan tiket tersebut.
Yang lebih ironis, di saat tiket gratis dinyatakan habis dalam aplikasi, tiket berbayar pada tanggal yang sama justru masih tersedia secara online. Kondisi ini semakin menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat mengenai transparansi dan pengelolaan program tiket gratis tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep segera melakukan pengecekan dan evaluasi terhadap sistem pemesanan tiket melalui aplikasi Ekspres Bahari Mobile, serta memastikan program tiket gratis benar-benar dapat diakses secara adil oleh masyarakat kepulauan ¹.
Wahyudi Nuris, anggota DPRD Sumenep asal Pulau Kangean, telah memanggil operator kapal yang melayani program mudik gratis untuk mengetahui permasalahan yang menjadi isu viral dan mencari solusi yang adil. “Sistem aplikasi yang ada saat ini terbukti tidak efektif dan menimbulkan ketidakadilan. Kami mengusulkan agar distribusi tiket dilakukan secara manual dengan sistem BNBA, agar setiap warga yang berhak mendapatkan tiket,” katanya.
sigit












