PendidikanBeritaJawa Barat

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau SMA Taruna Nusantara Cimahi, Dorong Integrasi Kurikulum STEM dan Pendidikan Ketahanan Pangan

154
×

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Tinjau SMA Taruna Nusantara Cimahi, Dorong Integrasi Kurikulum STEM dan Pendidikan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

CIMAHI, Globalido.Net – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke SMA Taruna Nusantara di Cimahi, Jawa Barat, Senin (23/2/2026) kemarin.

Dalam kunjungannya, Menhan mendorong penguatan kurikulum pendidikan berbasis Science, Technolog, Engineering, and Mathematics (STEM) yang terintegrasi dengan pendidikan ketahanan pangan, sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan nasional di era modern.

Kunjungan Menhan Sjafrie berlangsung di lingkungan kampus SMA Taruna Nusantara yang berlokasi di Jalan Raya Padalarang-Cimahi, kawasan strategis di Bandung Raya. Ia disambut langsung oleh Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara, Kolonel Inf (Purn) Dedi Supriyadi, beserta jajaran guru, siswa, dan perwakilan orang tua siswa.

Acara diawali dengan upacara penghormatan militer singkat, dilanjutkan dengan city tour fasilitas sekolah, termasuk laboratorium STEM dan kebun hidroponik yang menjadi andalan sekolah tersebut.

Dalam sambutannya, Menhan Sjafrie menekankan pentingnya pendidikan vokasional yang relevan dengan kebutuhan pertahanan negara.

SMA Taruna Nusantara adalah laboratorium hidup untuk mencetak taruna masa depan bangsa.
Saya mendorong penguatan kurikulum STEM yang tidak hanya fokus pada teknologi canggih, tapi juga ketahanan pangan sebagai pilar utama ketahanan nasional.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan ketergantungan impor pangan, generasi muda harus mampu berinovasi, seperti mengembangkan pertanian pintar berbasis AI dan drone untuk optimalisasi lahan,” ujar Menhan Sjafrie.

Menhan menambahkan bahwa integrasi STEM dengan ketahanan pangan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Ia mencontohkan program Food Estate di Kalimantan dan Papua sebagai model yang bisa diadopsi dalam kurikulum sekolah, di mana siswa belajar dari hidroponik vertikal hingga bioengineering tanaman tahan hama.

Respons Sekolah dan Siswa Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara

Kolonel Inf (Purn) Dedi Supriyadi, menyambut positif arahan Menhan.
“Kami siap merevisi kurikulum untuk menambahkan modul STEM-Pangan mulai tahun ajaran 2026/2027. Saat ini, kami sudah punya klub robotika dan kebun organik yang dikelola siswa, menghasilkan 500 kg sayur per bulan untuk konsumsi sekolah,” katanya.

Salah satu siswa kelas XI, Taruna Aisyah Nur Fitri, berbagi antusiasme.

Kunjungan Bapak Menhan memotivasi kami, Saya sedang mengembangkan prototipe sensor IoT untuk irigasi otomatis di proyek sekolah. Ini bisa bantu petani di Cimahi agar panen lebih stabil.

Latar Belakang dan Dampak

SMA Taruna Nusantara Cimahi, yang berdiri sejak 2018 di bawah naungan Kementerian Pertahanan, dikenal sebagai sekolah berbasis militer dengan penekanan pada disiplin dan kepemimpinan. Sekolah ini menampung sekitar 800 siswa dari berbagai daerah, dengan kurikulum nasional plus unggulan STEM.

Kunjungan Menhan ini merupakan yang kedua kalinya dalam setahun, setelah kunjungan serupa pada Agustus 2025 yang memicu peningkatan beasiswa untuk siswa berprestasi. Diharapkan, inisiatif ini tidak hanya memperkuat pertahanan negara melalui SDM unggul, tapi juga berkontribusi pada swasembada pangan nasional. Menhan menjanjikan dukungan anggaran Kemenhan untuk pengadaan alat laboratorium STEM senilai Rp.2 miliar pada tahun fiskal 2026.

Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama dan penanaman pohon mangga sebagai simbol ketahanan pangan berkelanjutan.

Sum : Kemenhan RI, SMA Taruna Nusantara Cimahi (RF).