BANDUNG, Globalindo.Net – Ketua Komisi III DPRD Kota Bandung, Agus Hermawan, S.A.P., menegaskan pentingnya pengelolaan dan transparansi retribusi di kawasan Taman Tegalega secara optimal. Keterbukaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas ruang publik serta kenyamanan warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus saat Sosialisasi Tarif Retribusi Taman Tegalega yang digelar Kamis, 20 November 2025, di Hotel Savoy Homann, Bandung.
Menurut Agus, retribusi yang dibayarkan oleh para pengunjung merupakan wujud kontribusi nyata dalam menjaga sekaligus mengembangkan taman yang menjadi kebanggaan warga Kota Bandung tersebut.“Bagi pengunjung yang datang untuk berolahraga atau sekadar menikmati keindahan taman, mereka juga turut berkontribusi. Inilah yang membuat Tegallega terus berkembang,” ungkapnya.

Agus juga mengingat kembali kondisi Tegallega pada era 1980-an yang dikenal memiliki citra negatif dan kurang aman, terutama untuk anak-anak dan remaja.“Dulu Tegallega terkesan menakutkan, dengan lampu yang minim serta lingkungan yang kurang terawat.
Namun, kini situasinya berubah drastis. Lampu penerangan terang, fasilitas utama memadai, dan kawasan jadi lebih tertata,” kata Agus.Perubahan tersebut menurutnya merupakan hasil dari pengelolaan dan pemasukan retribusi yang lebih profesional.
Agus menekankan pentingnya kejujuran dan integritas petugas di lapangan sebagai kunci keberhasilan pembangunan kota, yang sangat bergantung pada pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tertib dan sesuai aturan.“Petugas harus bekerja dengan jujur dan ikhlas.
PAD harus dijaga, dikelola dengan baik, dan disetorkan ke negara tanpa penyimpangan,” tegasnya.DPRD juga berkomitmen untuk terus mengawal kinerja Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung yang berperan langsung dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Evaluasi berkala akan terus dilakukan agar pelayanan publik berjalan optimal.Lebih jauh, Agus mendorong pengelola kawasan di lingkungan DPKP agar lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola retribusi, sehingga manfaat yang diperoleh dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat.“Pengelola harus terus berinovasi agar kontribusi yang diterima memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” pungkasnya.
(RF).












