JAWA TIMURSumenep

Gerak Jalan Arjasa Tuai Kritik: Netizen Pertanyakan Objektivitas Penilaian Panitia

295
×

Gerak Jalan Arjasa Tuai Kritik: Netizen Pertanyakan Objektivitas Penilaian Panitia

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Lomba gerak jalan dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kecamatan Arjasa, Sumenep, Minggu (24/8/2025), berlangsung meriah. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan peserta yang start dari tikungan Mesra Bilis-Bilis, kemudian melintasi jalur utama menuju arah timur, dan finis di Alun-alun Arjasa.

Namun, di balik semarak acara, ajang tahunan ini juga menuai kritik dari sejumlah warganet. Sorotan utama tertuju pada proses penilaian dewan juri yang dianggap tidak profesional, terutama dalam kategori Puteri.

Sejumlah netizen menilai ada kejanggalan dalam penilaian kostum. Mereka menyebutkan, salah satu peserta dengan kostum yang dinilai “sangat menarik dan elegan” justru memperoleh nilai rendah, sementara kostum yang terlihat sederhana justru meraih skor tertinggi.

“Kalau begini caranya, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan. Sekalipun lomba ini hanya untuk memeriahkan HUT RI, panitia dan dewan juri tetap harus sportif dan objektif,” ungkap salah seorang pengunjung.

Meski kritik bermunculan, panitia tetap mengumumkan hasil kejuaraan lomba gerak jalan. Untuk kategori Puteri: Juara 1: Nomor dada 34 – RSUD Abuya, Juara 2: Nomor dada 16 – Posyandu Duko, Juara 3: PKK Angon-angon

Meski kritik bermunculan, panitia tetap mengumumkan hasil kejuaraan lomba gerak jalan.

Harapan 1: Nomor dada 25 – PKK Kalisangka, Harapan 2: Nomor dada 30 – Tapak Suci,

Sementara untuk kategori Putera: Juara 1: Nomor dada 9 – Karang Taruna Pandeman, Juara 2: Nomor dada 2 – Segerya 916

Kritik yang berkembang di media sosial dinilai sebagai peringatan bagi panitia agar lebih profesional dalam menyusun mekanisme penilaian lomba. Warganet menekankan pentingnya transparansi agar tidak menimbulkan kesan pilih kasih.

“Gerak jalan ini bukan sekadar hiburan, tapi juga simbol semangat kebersamaan. Jika panitia tidak sportif, dikhawatirkan minat masyarakat untuk ikut tahun depan bisa menurun,” ujar salah satu warganet.

Acara gerak jalan ini sejatinya dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan. Namun, sorotan publik terhadap kinerja panitia menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin peduli pada aspek sportivitas dan transparansi dalam setiap ajang perlombaan.

Pewarta: Yan/HR