ANIM-HA WEST PAPUA – Globalindo.Net// Pemerintahan Sementara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Wilayah Anim-Ha Khususnya Legislative Council Wilayah Telah terbentuk, kemudian memilih dan menetapkan 32 Anggota Legislatif Council Pemerintah Sementara ULMWP mewakili 32 suku, masing-masing 1 orang di utus, ke pusat sebagai Anggota Parlemen Pusat pada tanggal 14 Mei 2025 Yang diterima Media Hari ini Melalui WhatsApp

Lawe Wandikbo, Ketua Tim Pemilihan Legislatif Council Pemerintah Sementara ULMWP Mengatakan bahwa Kini di Merauke dalam benak Indonesia dikatakan sebagai Indonesia Mini atau Indonesia kecil di Papua, dengan demikian semua sektor sudah di ambil alih oleh kolonial maka, rakyat west Papua yang punya hak waris atau tuan di atas tanah ini benar-benar terpinggirkan, di usir secara paksa atas nama pembangunan.
Saya mengingatkan kepada seluruh rakyat West Papua yang ada di wilayah Anim-Ha bahwa jangan menggantungkan harapan hidup, anak cucu yang akan datang maupun hari ini dalam sistem republik Indonesia. Tegas Lawe.
Karena kolonial Indonesia datang untuk mencari kehidupan di tanah ini, sambil membunuh kehidupan orang West Papua, oleh sebab itu kehidupan yang sesunggunya ada di dalam sistem pemerintah sementara ULMWP yang menganut trias Politika. Tambahnya

Pemerintah Sementara di sebut ULMWP adalah Badan politik yang siap bertanggung Jawab untuk memperjuangkan hak politik bangsa Papua, melalui jalur Politik, Hukum dan HAM, demi penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua, sesuai roadmap pemerintah sementara, dalam resolusi kongres ULMWP yang pertama pada tahun 2023 di Jayapura. Ujarnya
Dengan demikian rakyat west Papua di wilayah Anim-Ha membawa aspirasi kepada pemerintah sementara ULMWP untuk di perjuangkan, berharap mulai sekarang Rakyat West Papua di wilayah Anim-Ha tidak lagi bawa aspirasi kepada Pemerintahan Kolonial Indonesia, apabila rakyat Anim-ha bawa aspirasi ke dalam sistem pemerintahan republik Indonesia Otomatis masuk di tong sampah. Pungkas Lawe Wandikbo

Termasuk Proyek Strategis Nasional (PSN) hari ini sudah Membunuh kehidupan, orang Papua, membunuh mama yang memberikan kehidupan, sadar tidak sadar kami sedang di tindas atas nama kesejahteraan, di tindas atas nama pembangunan, di tindas atas nama membuka lapangan kerja, dan lain-lain tapi sesunggunya merobek-robek hak kesulungan maka 32 suku di wilayah Anim-Ha. Ujarnya
Pejuang rakyat, bukalah mata untuk merebut kembali Hak kesulunggan yang sedang di rebut oleh penguasa hari ini. Tutup Lawe Wandikbo.
Jurnalis : Dano Tabuni












