PemerintahanBandungBeritaJawa BaratTNI /POLRI

Mako Rindam III Siliwangi Menjadi Tempat Memperingati Hardiknas 2025 di Jawa Barat

344
×

Mako Rindam III Siliwangi Menjadi Tempat Memperingati Hardiknas 2025 di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, JABAR

Globalindo.Net // Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 digelar di Markas Komando (Mako) Resimen Induk Kodam III/Siliwangi (Rindam) Jalan Manado, Kota Bandung, Jawa Barat.

Pada peringatan Hardiknas tersebut yang juga langsung dihadiri Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, S.E., M.Si., CHRMP, Jum’at (02/05/2025).

Sementara pada upacara yang berlangsung khidmat, Gubernur Jawa Barat, H.Dedi Mulyadi, S.H., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kegiatan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Jawa Barat, Kasdam III/Slw, Danrindam III/Slw, pejabat utama Kodam III/Slw, serta pejabat utama dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat menegaskan, Bahwa saat ini perhatian nasional tertuju pada Jawa Barat, seiring berbagai kebijakan yang diterapkan untuk kepentingan masyarakat.

“Setiap kebijakan pasti menuai pro dan kontra, namun saya pastikan semuanya untuk kebaikan masyarakat Jawa Barat,” ucap Gubernur Jabar.

Dunia pendidikan di Jawa Barat diharapkan dapat mengarah pada “Gerbang Waluya” atau gerbang kemuliaan. Untuk mewujudkannya, penting adanya sarana dan prasarana pendidikan yang layak, asupan gizi seimbang bagi siswa, serta peran penting doa dari orang tua.

Peran serta orang tua dalam mendidik anak-anak, termasuk mengatur jam tidur, aktivitas harian, dan menyediakan sarapan serta bekal makanan agar anak dapat belajar dengan optimal.

Kepada para Walikota , wakil Walikota, Bupati dan wakil Bupati se-Jawa Barat, saya meminta perhatian lebih terhadap pemenuhan sarana pendidikan yang memadai dan mendukung kenyamanan belajar mengajar.

Dedi Mulyadi juga menekankan, Pentingnya kerja sama dengan TNI dalam membangun pendidikan karakter siswa,
tutur Gubernur Jabar.

“Kedepan, tidak boleh lagi ada geng motor di sekolah dan tawuran antar pelajar. Siswa SD dan SMP juga tidak diperbolehkan membawa sepeda motor maupun telepon genggam selama berada di lingkungan sekolah,” tegas Gubernur Jabar.

(RF).