Surabaya, Globalindo.Net // Tahun 2014 saya ditugaskan oleh Direktur Aswaja NU Center, KH Abdurrahman Navis, untuk hadir di acara Raker Ishari di Pacet. Saya diminta menyampaikan dalil-dalil baca salawat diiringi terbangan, menabuh terbang di masjid dan lainnya.
Rupanya raker Ishari saat itu sedang persiapan menuju Banom (Badan Otonom), karena sebelumnya Ishari selalu berpindah tempat, pernah di bawah Lesbumi dan Jatman. Padahal jika melihat sejarahnya dulu Ishari diajak KH Wahab Hasbullah untuk bergabung ke NU sekitar tahun 1960an.

Ust Nuruddin bertanya kepada saya kira-kira langkah apa untuk bisa diterima sebagai Banom? Saya jawab “Ya nanti di Jombang Ust (Muktamar NU). Dulu setahu saya di Makassar, Kiai Asep menggerakkan opini untuk mendirikan PerguNU (persatuan guru NU)”. Dan ternyata luar biasa, Ust Nuruddin dan para aktivis Ishari berhasil menggerakkan ribuan anggota dan jemaah Ishari di alun-alun Jombang.
Innalillah wainnailaihi rajiun. Penggerak dan Pejuang Ishari ini, Kiai Nuruddin Pasuruan , telah wafat semalam. Semoga Allah memberi ampunan dan RahmatNya untuk beliau hingga ke dalam SurgaNya. Amin












