Artikel

AKTUALISASI NILAI PANCASILA DALAM PELAKSANAAN ORGANISASI KPI (KOMISI PENYIARAN INDONESIA) DI NEGARA INDONESIA

685
×

AKTUALISASI NILAI PANCASILA DALAM PELAKSANAAN ORGANISASI KPI (KOMISI PENYIARAN INDONESIA) DI NEGARA INDONESIA

Sebarkan artikel ini

Aktualisasi nilai Pancasila dalam organisasi negara KPI dapat dilakukan melalui beberapa cara. Pertama, organisasi harus memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945. Kedua, organisasi harus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kebijakan dan kegiatan sehari-hari, seperti dalam pengelolaan sumber daya, pengembangan sumber daya manusia, dan pengelolaan keuangan. Ketiga, organisasi harus memantau atau mengevaluasi implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan sehari-hari, serta melakukan perbaikan dan perombakan jika diperlukan.

Dalam pelaksanaan organisasi negara KPI, aktualisasi nilai Pancasila sangat penting untuk memastikan keberlangsungan dan keberhasilan organisasi. Dengan demikian organisasi dapat memastikan bahwa kebijakan dan kegiatan yang dilakukan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, serta mampu menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi dalam era globalisasi.

Dalam kehidupan, Pancasila ini sangatlah penting untuk diamalkan oleh mahasiswa ataupun masyarakat itu sendiri, jika kita tidak mengamalkan serta menerapkan nilai dan makna Pancasila, maka kedepannya nilai Pancasila akan semakin luntur dan mungkin Pancasila akan menjadi sesuatu yang tidak penting dalam ruang lingkup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pengamalan atau pengimplementasian makna Pancasila. Faktor tersebut antara lain :

  • Kesadaran mahasiswa dalam pentingnya implementasi makna Pancasila.
  • Kesadaran mahasiswa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
  • Ada beberapa faktor yang membuat buruknya pengamalan atau implementasi makna Pancasila ;
  1. Kesadaran masyarakat tentang implementasi Pancasila sangat rendah
  2. Rendahnya kemauan mahasiswa dalam mengimplementasikan Pancasila
  3. Banyak masyarakat maupun mahasiswa yang tidak berpedoman Pancasila dalam hidup berbangsa dan bernegara masyarakat lalai akan makna Pancasila karena perkembangan teknologi dan globalisasi sangatlah cepat.

Ratih Dwi Puspitasari

Mahasiswa prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo