Kabupaten BandungBeritaBerita utamaJawa BaratPemerintahan

Bupati Bandung Gulirkan Program Insentif Guru Ngaji

432
×

Bupati Bandung Gulirkan Program Insentif Guru Ngaji

Sebarkan artikel ini

KAB.BANDUNG, Globalindo.Nett // HM. Dadang Suriatna dihadapan masyarakat, mengungkapkan alasan menggulirkan program guru ngaji karena ingin memuliakan Ulama.

Untuk menggulirkan program tersebut, ia menyebutkan Pemkab Bandung sudah menganggarkan Rp.109 miliar/tahun. Para guru ngaji pun diberikan jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan adanya jaminan BPJS Ketenagakerjaan itu, nantinya ahli warisnya mendapatkan santunan Rp.42 juta. Apabila orang tuanya meninggal dunia, dan kalau sudah tiga tahun, ahli warisnya menerima santunan Rp.174 juta,” katanya.

Dadang mengatakan, dengan adanya program guru ngaji itu, semula hanya 15 persen anak-anak yang bisa membaca Alquran, sekarang sudah mencapai 80 persen, anak-anak sudah bisa mengaji Alquran, ungkapnya.

Ia pun sangat bersyukur bisa memberikan pelayanan BPJS Ketenagakerjaan untuk 87.781 petani di Kabupaten Bandung.

Di Kabupaten Bandung ini tercatat 1.219 kelompok tani dengan luas lahan 16.915 hektare lahan pertanian.

Untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Bupati Bandung membangun lima rumah sakit.

Lima rumah sakit insya Allah rengse (Rampung) tahun ini.

Juga pihaknya sudah memprogramkan perihal penanganan perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dengan target 7000 rumah per tahun.

Pada kenyataannya melebihi dari target 7.000 rumah dalam realisasinya. Selama tiga tahun ini, pada tahun pertama 2021 sebanyak 7.437 rumah, tahun 2022 sebanyak 7.397 rumah dan 2023 sebanyak 7.506 rumah yang berhasil ditangani Pemkab Bandung,” tuturnya.

Pemkab Bandung pun sudah melakukan intervensi dalam bidang pendidikan, khususnya program Besti (Beasiswa Ti Bupati). Pada tahun 2022, sebanyak 80 orang yang menerima program Besti. Sedangkan tahun 2023 sebanyak 125 orang dan tahun 2024 ini sebanyak 250 orang dan tahun 2025 diharapkan sebanyak 500 orang, Untuk guru ngaji juga bisa mendapatkan program Besti,” katanya.

Dadang juga mengingatkan kepada Kepala Desa juga aparatur Desa jangan sampai berurusan dengan Hukum, Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengelolaan keuangan yang baik.

Ia pun berharap kedepan bisa meningkatkan kualitas insfrastruktur pembangunan sekolah di Kabupaten Bandung. Untuk penataan infrastruktur sekolah itu membutuhkan anggaran Rp.2 triliun.

“Dengan harapan sekolah di Kabupaten Bandung yang perlu dilakukan perbaikan atau penataan bisa dianggarkan setiap tahun secara bertahap. Ini harapan saya kedepan,” bebernya.

(rf)