BANDUNG, Globalindo.Net // Pipa milik PDAM Tirtawening pecah hingga merusak permukiman warga. Pipa yang mengalami pecah tersebut tepat berada didepan rumah warga di Jalan Cibangkong Lor RT.01, RW 5, Batununggal, Maleer, Kota Bandung pada Rabu 5 Juni 2024 pukul 15.30 WIB.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana pada Diskar PB Kota Bandung, Dian Rudiyanto, Pipa milik PDAM pecah dan meledak yang kemudian membuat airnya keluar sangat deras. Gelontoran air yang deras itu membuat sejumlah rumah warga kebanjiran dan sebanyak dua rumah amblas dengan tanah, kata Dian menjelaskan.
“Pipa PDAM yang pecah dan meledak di daerah Cibangkong Bandung tersebut mengakibatkan 2 rumah rusak parah (roboh) hingga amblas”.
Warga pun kemudian langsung menghubungi ke emergency call dan kita pun langsung melakukan proses tindak lanjut,” ucap Dian saat ditemui dilokasi.
Dian memastikan dalam data assesment sementara, tidak terjadi korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun 2 rumah milik warga yang dihuni 10 jiwa, mengalami rusak berat karena roboh.
“Tidak ada korban jiwa. Dua rumah rusak berat, kemudian yang terdampak air meluap itu ada 77 KK di RT.2, RW.5, itu masuk ke dua Kelurahan yakni Maleer dan Cibangkong. Kalau jumlah rumah yang terdampak, belum ada data,” terang Dian.
Tak cuma mengakibatkan banjir dan merusak rumah warga saja, pipa PDAM yang jebol juga mengakibatkan kirmir di gang padat permukiman tersebut ambles. Kirmir tersebut roboh akibat derasnya air dari pipa PDAM yang cukup tinggi.
“Selain itu aliran air yang deras membuat kirmir di tepi anak Kali Cikapundung roboh, sepanjang 50 meter dengan kedalaman 5 meter. Dua motor juga sempat ikut terseret, tapi sudah diselamatkan. Kerugian warga belum bisa diprediksi,” tutur Dian.
Ia menyebut belum ada rencana penyediaan pengungsian bagi warga yang terdampak. Sementara itu pelayanan air PDAM dihentikan terlebih dulu sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Kini, pihak Diskar PB Kota Bandung berusaha melakukan mitigasi bagi warga di sekitar lokasi.
“Mitigasi kami sementara mengimbau rumah yang dekat kirmir itu barang-barang dekat tembok bisa dievakuasi, untuk mengurangi beban. Penanganan dengan jajaran DSDABM memberi pembatas pada lokasi kejadian dan pembersihan material,” ucap Dian.
Akibat kejadian tersebut, air keluar deras dari pipa PDAM dan menerjang rumah-rumah warga. Ada dua rumah yang hancur dan ambles yakni rumahnya dengan tetangga tepat disebelahnya.
Sementara itu menurut Bambang Suhermanto (62) yang rumahnya amblas mengatakan, Sekira habis waktu Ashar ia mendengar suara pecahan pipa yang kemudian diikuti dengan gelontoran air yang tinggi dan deras. Hanya dalam waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit, rumahnya perlahan amblas bersama dengan tanah, juga dengan Rel kereta api yang sudah tidak aktif ikut amblas tanahnya, kata dia sambil menunjuk rel yang berada didepan rumahnya.
Pipa PDAM tersebut melintang didepan rumah, pecahnya persis disebelah rumah saya. Saat saya mendengar ada suara ledakan saya langsung keluar. dan rumah langsung ambruk semua, ada menyembur air mungkin setinggi satu meter dan airnya deras, ucap Bambang.
Tidak ada yang tahu apa penyebab pipa tersebut pecah dan meledak. Namun warga menduga pipa PDAM tersebut kondisinya sudah tidak optimal lagi. Warga menduga pipanya sudah usang dan mulai lapuk dimakan karat, juga selama ini belum pernah ada perbaikan dari PDAM, Bambang mengatakan,
Ya bukan hanya berharap kalau bisa kami dibantu,” ucapnya.












