Hajji

Jamaah Gelombang II Diminta Kenakan Ihram Sejak di Embarkasi

425
×

Jamaah Gelombang II Diminta Kenakan Ihram Sejak di Embarkasi

Sebarkan artikel ini

Arab Saudi, Globalindo.Net // Jamaah Haji Indonesia gelombang kedua mulai diberangkatkan ke tanah suci, hari Jumat (24/5/2024). Mereka dari embarkasi Tanah Air akan mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Selanjutnya, mereka berangkat ke Makkah untuk menunaikan Umrah Wajib.

Kepala Bidang Bimbingan Ibadah pada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Zulkarnain Nasution, meminta jamaah haji gelombang kedua ini melakukan mandi sunah dan mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi.

“Kami minta Tim Pimbingbing Ibadah Haji Indonesia (TPHI) Kloter untuk memperhatikan jamaahnya pada saat keberangkatan, agar mereka sudah mandi sunah dan mengenakan kain ihram sejak di embarkasi Tanah Air,” terang Zulkarnain di Jeddah, Jumat (24/5/2024).

“Terlebih lagi jamaah haji yang proses keberangkatannya sudah melalui layanan fast track,” sambungnya.

Zulkarnain mengatakan, imbauan ini diharapkan memudahkan bagi jamaah yang akan mengambil miqat di Yalamlam. Sehingga, mereka tidak perlu mandi atau berganti kain ihram di atas pesawat.

“Jamaah yang akan miqat di Yalamlam, tinggal salat di kursi pesawat dan langsung berniat ihram umrah,” sebutnya.

“Untuk bersuci, jamaah bisa bertayammum sebagai pengganti wuduk ketika di dalam pesawat,” sambungnya.

Mengenakan kain ihram sejak di Embarkasi juga tetap penting bagi jamaah yang akan miqat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Pasalnya, waktu yang tersedia tidak banyak. Sehingga, begitu sampai di Bandara, jamaah bisa langsung berwudlu, salat sunnah dan niat umrah, lalu menuju bus untuk berangkat ke Makkah Al-Mukarramah.

“Miqat jamaah haji Indonesia bisa dilakukan ketika sampai di Bandara King Abdul Azis Jeddah. Hal ini sudah ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 1980, 1981, dan 2006, bahwa miqat di Bandara Jeddah sah hukumnya,” tegas Zulkarnain.

Kepada Petugas Pembimbing Ibadah, Zulkarnain meminta untuk memberikan bimbingan kepada jamaah terkait niat umrah sebelum jamaah haji diberangkatkan dari aula transit ke bus yang akan membawa ke Mekkah. Pembimbing ibadah harus juga selalu mengingatkan jamaah terkait larangan setelah berihram.

“Jangan sampai mereka sudah berniat ihram ketika di atas pesawat tetapi masih memakai penutup kepala dan memakai pakaian dalam dan sebagainya,” sebutnya.

Belajar dari tahun sebelumnya, lanjut Zulkarnain, terkadang ada kain ihram jamaah yang kotor dan terkena najis saat tiba di bandara Jeddah. Ada juga jamaah yang hanya memakai sepatu, tidak punya sandal jepit.

“Pemerintah tahun ini sudah mengantisipasi keadaan seperti ini dengan menyediakan kain ihram, kaos kaki, sarung tangan ihram, sabuk ihram, sandal jepit dan payung di Bandara,” tandasnya.

 

Pewarta  : (MA/Vin)