ArtikelOpiniPeristiwaSosial dan budaya

NU dan Muhammadiyah Rayakan Idul Fitri 2024 Bersamaan

635
×

NU dan Muhammadiyah Rayakan Idul Fitri 2024 Bersamaan

Sebarkan artikel ini
ilustrasi, Sholat Idul Fitri di lapang .net

Artikel, Giobalindo.net // Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi telah menetapkan 1 syawal 1445 Hijriyah jatuh pada hari Rabu (10/04), lewat sidang itsbat penentuan 1 Syawal di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, selasa (9/4).

Di hadiri perwakilan ormas-ormas Islam, Komisi VIII DPR serta perwakilan negara-negara Islam yang ada di Indonesia, sidang itsbat berlangsung dalam suasana Ukhuwah Islamiyah.

Dengan penetapan tersebut berarti umat islam indonesia yang diwakili oleh ormas besar Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah merayakan Idul Fitri 2024 secara bersamaan pada hari Rabu (10/04).

Seperti diketahui Ormas Muhammadiyah sudah duluan menetapkan 1 Syawal/ Idul Fitri 2024 jatuh pada Rabu (10/04).

Perbedaan Metoda Penetapan

Penetapan hari raya Idul fFtri di Indonesia hampir setiap tahun selalu mengundang polemik perbedaan di tengah masyarakat, Ormas Muhammadiyah memang kerap berbeda dengan Pemerintah dalam penetapan Idul Fitrinya utamanya Nahdlatul Ulama.

Perbedaan penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan pemerintah di Indonesia biasanya terjadi karena perbedaan dalam metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan Hijriyah.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan matematis, sedangkan NU dan pemerintah sering kali menggunakan metode rukyat, yaitu pengamatan visual hilal (bulan sabit baru).

Untuk tahun 2024, baik Muhammadiyah maupun pemerintah telah menetapkan 1 Syawal 1445 H jatuh pada hari Rabu, 10 April 20241. Ini menunjukkan bahwa ada kesepakatan antara kedua entitas tersebut untuk tahun ini.

Biasanya, NU mengikuti keputusan pemerintah setelah sidang isbat. Sidang isbat adalah pertemuan yang diadakan oleh pemerintah untuk menetapkan tanggal berdasarkan laporan hisab dan hasil rukyat.

Sikap Toleransi

Menyikapi perbedaan penetapan Idul Fitri, dari cara metoda yang digunakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menekankan pentingnya sikap toleransi dan saling menghargai.

Perbedaan yang berdasarkan pertimbangan ilmu seharusnya menghasilkan kesepahaman, bukan pertentangan atau permusuhan.

MUI juga mengimbau umat Islam untuk mengikuti penetapan yang dilakukan oleh Pemerintah, yang biasanya diawali dengan sidang itsbat dan melibatkan perwakilan ormas Islam, ahli astronomi dan falak, serta pertimbangan MUI.

elyas