Sumenep, Globalindo.net – Komentar akun dokterweb memantik perbincangan di WhatsApp Group Jejak Aktivis Sumenep. Dalam diskusi tersebut, muncul sorotan agar pembangunan Madura tidak dibangun di atas praktik ilegal, melainkan berlandaskan integritas dan kerja keras masyarakat.
Salah satu pernyataan yang mengemuka bertajuk
“Pembangunan Madura Berdiri di Atas Integritas, Bukan di Atas Praktik Ilegal.”
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa kemajuan Madura semestinya bertumpu pada kerja keras masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga berbagai sektor ekonomi produktif lainnya yang berjalan secara jujur dan sesuai aturan.
> “Kami dengan tegas mengkritisi setiap pihak yang justru tampil menjadi ‘penjilat’ atau pembela praktik-praktik yang melanggar hukum.”
Menurut pernyataan itu, pembelaan terhadap praktik ilegal dinilai dapat merugikan masa depan Madura dalam jangka panjang, karena berpotensi mencederai kepastian hukum serta merusak iklim usaha yang sehat, adil dan setara.
Di sisi lain, akun tersebut menyampaikan apresiasi kepada media Tempo atas keberaniannya mengangkat persoalan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan publik.
“Keberanian dan kemandiriannya dalam mengungkap fakta apa adanya, tanpa takut, tanpa memihak adalah bentuk jurnalisme yang sangat dibutuhkan publik,” demikian pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga menegaskan bahwa Madura seharusnya tumbuh melalui integritas masyarakat, bukan karena perlindungan terhadap pelaku usaha rokok ilegal maupun praktik lain yang melanggar hukum.
“Kekuatan sejati bangunan daerah ini lahir dari kejujuran, ketertiban, dan semangat bekerja yang lurus.”
Dalam diskusi tersebut, turut muncul perhatian terhadap dampak yang dirasakan masyarakat kecil. “Petani jadi korban narasi, warung kelontong jadi korban sweeping APH,” menjadi salah satu catatan yang ikut mengemuka dalam perbincangan.”
Pewarta: HR












