BeritaJAWA TIMURMaduraSumenep

EX RELAWAN AF SERUKAN BUPATI SUMENEP, CSR FOKUSKAN UNTUK INFRASTRUKTUR DAN PENGUATAN SDM

76
×

EX RELAWAN AF SERUKAN BUPATI SUMENEP, CSR FOKUSKAN UNTUK INFRASTRUKTUR DAN PENGUATAN SDM

Sebarkan artikel ini

Opini oleh : Mantan Relawan AF

SUMENEP, Globalindo.net — Di tengah kondisi APBD yang disebut semakin terbatas akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sumenep membutuhkan terobosan baru.

Salah satunya dengan memaksimalkan kekuatan pentahelix melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media.
Gagasannya sederhana, tetapi membutuhkan keberanian politik.

Bagaimana jika seluruh CSR perusahaan yang ada di Sumenep disatukan dalam satu misi pembangunan daerah?

Bukan berjalan sendiri-sendiri, tetapi seluruh CSR dikonsolidasikan dan diarahkan untuk program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Misalnya, 60 persen dari seluruh CSR diarahkan untuk infrastruktur, seperti perbaikan jalan, penerangan dan penguatan akses listrik.

Sementara 40 persen lainnya difokuskan untuk penguatan SDM, salah satunya melalui program 1 Kecamatan 1 Sarjana.
Jika kemampuan dan dukungan perusahaan memungkinkan, program tersebut dapat dikembangkan menjadi 1 Desa 1 Sarjana.

Bayangkan jika seluruh perusahaan yang ada di Sumenep duduk bersama dan memiliki satu visi: CSR untuk memperkuat Sumenep.
Dengan konsep ini, CSR tidak lagi sekadar menjadi program perusahaan masing-masing, tetapi menjadi kekuatan kolektif untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan.
Infrastruktur yang baik membuka akses ekonomi. SDM yang kuat menjadi modal jangka panjang bagi daerah.
Tentu, gagasan ini membutuhkan pemetaan, transparansi, koordinasi dan kesepakatan bersama. Namun jika tidak pernah dimulai, kapan Sumenep bisa memiliki model CSR yang benar-benar terintegrasi?

Beranikah Pemkab Sumenep mengambil langkah tersebut?

Saya yakin, insyaallah, terobosan ini akan lebih menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Bupati Sumenep juga memiliki waktu hingga 2030. Sebelum masa kepemimpinannya berakhir, ada peluang untuk meninggalkan legacy yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bukan hanya pembangunan yang terlihat, tetapi juga generasi muda yang mendapatkan kesempatan pendidikan lebih tinggi.

Saatnya seluruh CSR perusahaan 100% di Sumenep disatukan dalam satu misi besar: membangun infrastruktur dan memperkuat SDM.

“Saya yakin, insyaallah, terobosan ini lebih menyentuh langsung. Sudah saatnya Bupati membuat legacy di ingatan masyarakat sebelum masa purnanya di tahun 2030,” ujar seorang mantan relawan AF yang meminta namanya tidak disebutkan.

Tinggalkan Balasan