Sumenep, Globaindo.Nett // Belajar Bahasa Inggris tidak harus berhenti ketika kelas selesai. Semangat itulah yang coba diwujudkan oleh KKN Universitas Annuqayah (UA) posko 17 melalui peluncuran Buku Ajar Bahasa Inggris bagi santri Pp. Sumber Mas Putri, Rombiya Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep (07/09/2026).
Buku Ajar tersebut merupakan bagian dari program English Language Course, sebuah kegiatan pembelajaran bahasa ingris yang dilaksanakan KKN UA Posko 17 selama masa pengabdian. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi pegangan bagi santri untuk mengulang dan melanjutkan pembelajaran secara mandiri, bahkan setelah program KKN berakhir.
Disusun dengan materi yang dekat dengan kebutuhan dasar pembelajaran, buku tersebut memuat berbagai materi bahasa inggris, mulai dari Vocabulary, Grammar, Pronunciation, Speaking, hingga percakapan sehari hari. Dengan materi yang tersusun secara terarah, santri tidak hanya memperoleh pengalaman belajar selama kursus, tetapi juga memiliki bahan yang dapat digunakan kembali di luar kegiatan pembelajaran.
Anisatul Jannah, selaku miss dalam English Language Course menyampaikan bahwa penyusunan buku ini berangkat dari keinginan agar proses belajar yang telah dilakukan tidak berhenti begitu saja setelah kursus selesai, “kami ingin santri punya bahan yang bisa dipelajari kembali kapan saja. Jadi apa yang sudah dipelajari saat kursus tidak berhenti setelah kegiatan selesai ”
Menurutnya buku tersebut tidak hanya diharapkan membantu santri dalam memahami materi bahasa inggris, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih berani mempraktekkannya dalam kehidupan sehari hari.
Harapan yang serupa disampaikan oleh salah satu anggota KKN UA Posko 17, “Semoga buku ini tidak hanya menjadi hasil dari program KKN, Tetapi bisa terus digunakan dan dikembangkan. Kami berharap apa yang kami mulai hari ini dapat dilanjutkan oleh para santri setelah KKN Selesai”.
Peluncuran buku ajar ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi KKN UA Posko 17dalam mendukung pembelajaran Bahasa Inggris di PP. Sumber Mas Putri.
Lebih dari sekedar buku, karya tersebut diharapkan menjadi jejak kecil dari proses pengabdian yang dapat terus memberi manfaat
Sebab sebuah kursus mungkin memiliki batas waktu, tetapi bekal belajar seharusnya dapat terus berjalan jauh setelah kelas berakhir.
Pw; FAY












