BeritaJAWA TIMURMaduraSumenep

KKN Posko 14 Universitas Annuqayah Bersama Santri PP Mamba’ul Ulum Olah Sampah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair melalui Metode Waste-to-Fertilizer

82
×

KKN Posko 14 Universitas Annuqayah Bersama Santri PP Mamba’ul Ulum Olah Sampah Dapur Menjadi Pupuk Organik Cair melalui Metode Waste-to-Fertilizer

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Globalindo.Net //Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 14 Universitas Annuqayah menggelar kegiatan pengolahan sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC) dengan menggerakkan metode waste-to-fertilizer pada 11/09/2026 bersama para santri Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Ganding sebagai bagian dari program kerja pengabdian masyarakat di bidang lingkungan dan pertanian berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan pesantren ini diikuti sebagian santri perwakilan setiap kamar yang antusias mempelajari cara mengubah limbah dapur seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan bahan organik lainnya menjadi pupuk cair yang bernilai guna. Metode *waste-to-fertilizer* dipilih karena sederhana, murah, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh pesantren maupun masyarakat sekitar.

Koordinator KKN Posko 14, Ririn Fitriyanti, menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap tumpukan sampah dapur yang selama ini hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. “Kami ingin santri tidak hanya paham secara teori, tetapi juga bisa langsung mempraktikkan cara mengolah sampah dapur menjadi sesuatu yang bermanfaat, yaitu pupuk organik cair yang bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pendampingan mulai dari tahap pemilahan sampah organik, proses fermentasi menggunakan larutan mikroorganisme lokal (MOL), hingga cara pengemasan dan penyimpanan pupuk cair yang dihasilkan. Proses fermentasi ini umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum pupuk siap digunakan.

Salah satu santri peserta kegiatan, Fina, mengaku senang bisa belajar hal baru yang bermanfaat. “Ternyata sampah dapur yang biasanya dibuang bisa diolah jadi pupuk. Ini ilmu baru buat kami, dan bisa dipraktikkan juga nanti di rumah masing-masing,” katanya.

Pengasuh sekaligus pihak Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum ganding turut menyambut baik program ini. Pihak pesantren berharap kegiatan semacam ini dapat berkelanjutan dan menjadi bagian dari edukasi lingkungan hidup bagi para santri, sekaligus mendukung program penghijauan dan pertanian di lingkungan pesantren.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Posko 14 Universitas Annuqayah berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri, sekaligus memberikan solusi praktis dan ramah lingkungan yang dapat terus dimanfaatkan oleh pesantren maupun masyarakat sekitar setelah program KKN selesai.

FAY

Tinggalkan Balasan