Sumenep, Globalindo.net — Perahu bantuan yang diberikan kepada Desa Kalisangska, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dilaporkan mengalami kerusakan berupa kebocoran.
Perahu hibah tersebut mengalami kebocoran mulai pertama kali diturunkan ke laut di kawasan Pelabuhan Gersik Putih, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Sehingga perahu tersebut belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat penerima bantuan.
Kehadiran kapal tersebut bukan sekadar bantuan simbolis, melainkan solusi konkret atas tantangan konektivitas yang selama ini dihadapi masyarakat kepulauan. Transportasi laut yang memadai dinilai menjadi kunci dalam mempercepat aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan sosial.
Menurut Keterangan dari Kepala Desa yang di konfirmasi oleh salah satu wartawan menjelaskan bahwa kebocoran diketahui setelah perahu dioperasikan di perairan sekitar pelabuhan. Kondisi itu kemudian segera dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
Pihaknya mengaku telah berkomunikasi dengan pihak Politeknik Negeri Madura (Poltera) mengenai kerusakan tersebut. Dalam komunikasi itu, pihak Poltera disebut menyatakan kesediaannya untuk melakukan perbaikan terhadap perahu bantuan yang mengalami kebocoran.
Namun, hingga saat ini masih belum ada tindak lanjut yang dilakukan terkait proses perbaikan perahu tersebut. Akibatnya, perahu bantuan yang diharapkan dapat menunjang aktivitas masyarakat masih belum dapat digunakan.
” Meski demikian, Kami tetap menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada pihak Poltera atas bantuan yang telah diberikan. Untuk itu berharap perbaikan dapat segera direalisasikan supaya perahu bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pemberiannya.” Pungkasnya.
Karena dengan adanya hibah kapal ini, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Arjasa semakin meningkat, sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi lokal melalui akses transportasi laut yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Pewarta : WAWAN












