BeritaSumenep

Masuk Tahun 2026, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Genjot Transformasi Menuju Layanan Modern dan Berdaya Saing Regional

19
×

Masuk Tahun 2026, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Genjot Transformasi Menuju Layanan Modern dan Berdaya Saing Regional

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep terus mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas. Memasuki tahun 2026, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep ini menjalankan berbagai terobosan strategis. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan fasilitas medis, tetapi juga mencakup pengembangan layanan spesialis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, hingga percepatan transformasi digital secara terpadu.

Langkah-langkah besar ini merupakan bagian dari strategi RSUDMA Sumenep untuk semakin mengokohkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di kawasan Madura Timur, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang makin cepat, modern, dan berkualitas tinggi.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, menyebutkan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pihaknya untuk menghadirkan pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan nyata masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap masyarakat yang datang ke RSUDMA mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, aman, dan berkualitas. Transformasi yang kami lakukan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga perubahan sistem pelayanan secara menyeluruh,” ujar dr. Hj. Erliyati dalam keterangannya, Sabtu (15/6/2026).

Perubahan signifikan tersebut semakin terasa nyata setelah RSUDMA Sumenep resmi naik status menjadi rumah sakit tipe B. Status baru ini membuka peluang lebih luas bagi rumah sakit untuk menangani berbagai kasus medis yang lebih kompleks tanpa perlu merujuk pasien ke luar daerah. Kondisi ini tentu menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Sumenep, khususnya warga di wilayah kepulauan yang selama ini kerap menghadapi kendala jarak dan akses saat membutuhkan penanganan medis lanjutan.

Menurut dr. Erliyati, peningkatan status rumah sakit wajib diimbangi dengan peningkatan mutu pelayanan di seluruh sektor.

“Status tipe B bukan sekadar pencapaian administratif. Ini adalah tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan yang lebih lengkap dan lebih profesional kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, RSUDMA terus memperkuat sejumlah unit strategis. Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi 24 jam mendapatkan perhatian khusus guna mempercepat waktu respons terhadap pasien dalam kondisi darurat. Selain itu, kapasitas ruang Perawatan Intensif atau Intensive Care Unit (ICU) juga diperluas agar mampu mengakomodasi kebutuhan penanganan pasien kritis yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Fasilitas Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) pun terus diperbarui dengan dukungan teknologi kesehatan yang lebih modern. Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas perawatan intensif bagi bayi dan anak yang membutuhkan penanganan medis serius.

Tidak berhenti pada pembenahan fasilitas yang ada, RSUDMA Sumenep kini sedang mempersiapkan pengembangan layanan spesialis jantung dan paru. Layanan ini diproyeksikan menjadi salah satu unggulan utama rumah sakit di masa mendatang. Langkah ini dinilai sangat krusial mengingat tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung dan paru, yang selama ini sebagian besar masih harus dirujuk ke luar daerah.

“Kami sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar layanan spesialis jantung dan paru dapat berkembang secara optimal. Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan pelayanan terbaik tanpa harus keluar dari Kabupaten Sumenep,” imbuh dr. Erliyati.

Di bidang pelayanan publik, digitalisasi menjadi salah satu fokus utama pengembangan sistem. Pendaftaran dan pengaturan antrean berbasis daring terus dioptimalkan agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah, cepat, dan efisien.

“Melalui sistem tersebut, pasien dapat melakukan pendaftaran secara daring, memilih jadwal pemeriksaan, serta memperoleh berbagai informasi layanan tanpa harus menghabiskan waktu lama di loket pendaftaran,” jelas dr. Erli—sapaan akrabnya.

Transformasi digital ini dinilai mampu memangkas birokrasi yang tidak perlu, meningkatkan efisiensi kerja, serta memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan praktis bagi masyarakat yang berobat.

“Teknologi harus menjadi alat untuk mempermudah masyarakat mendapatkan layanan kesehatan. Karena itu kami terus mengembangkan sistem digital yang terintegrasi dan mudah digunakan oleh pasien,” ungkapnya.

Meski terus bergerak cepat menuju standar rumah sakit modern, RSUDMA Sumenep menegaskan bahwa pemerataan akses pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan terus diperkuat dan disempurnakan, guna memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak pelayanan yang sama, setara, tanpa diskriminasi maupun hambatan administratif yang berbelit.

Bagi manajemen rumah sakit, modernisasi sarana dan prasarana tidak boleh menggerus prinsip dasar pelayanan publik yang mengedepankan keadilan dan kemudahan akses kesehatan.

“Kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar kami. Oleh karena itu, setiap program pengembangan yang dilakukan selalu berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat,” tutup dr. Erliyati.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, kehadiran tenaga kesehatan yang profesional, serta kerja sama dengan berbagai mitra strategis, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep optimistis mampu mengukuhkan diri sebagai pusat layanan kesehatan regional yang semakin diperhitungkan di wilayah Madura.

Berbagai program pengembangan yang sedang berjalan diyakini akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang modern, cepat, profesional, dan berdaya saing tinggi. Transformasi yang dilakukan RSUDMA Sumenep bukan hanya menjadi simbol kemajuan institusi kesehatan daerah, tetapi sekaligus menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang semakin dekat, berkualitas, dan terpercaya.

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan