BeritaSumenep

Saldo Hampir Rp2 Juta di Rekening BRI Sumenep Lenyap, Nasabah Kecewa

36
×

Saldo Hampir Rp2 Juta di Rekening BRI Sumenep Lenyap, Nasabah Kecewa

Sebarkan artikel ini

Sumenep,Globalindo.net – Seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Kabupaten Sumenep dibuat terkejut setelah menemukan saldo tabungannya yang semula mencapai sekitar Rp2 juta, tiba-tiba berkurang drastis hingga hanya tersisa Rp150 ribu. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar bagi keluarga, yang menegaskan tidak mengetahui adanya transaksi apa pun yang menyebabkan dana tersebut hilang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejanggalan ini mulai terungkap setelah nasabah membuat buku tabungan baru pada 4 Mei 2026. Saat itu, saldo rekening masih tercatat utuh dan tidak ditemukan masalah. Namun, beberapa waktu kemudian, saat saldo diperiksa kembali, jumlahnya telah menyusut secara signifikan.

Anak korban menegaskan bahwa ayahnya tidak pernah menggunakan layanan QRIS, tidak melakukan transaksi daring, tidak mengirimkan uang, serta tidak pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun.

“Kami juga tidak menerima notifikasi atau SMS tentang transaksi yang memotong saldo. Bahkan di aplikasi BRImo pun tidak terlihat riwayat transaksi yang mencurigakan,” ujarnya.

Merasa ada hal yang tidak wajar, keluarga pun mendatangi Kantor Cabang BRI Bluto untuk meminta penjelasan. Namun, respons yang diterima dinilai belum memuaskan. Mereka hanya diminta mengganti alamat email dan nomor telepon yang terdaftar di akun BRImo.

Saat dikonfirmasi media pada Selasa (9/6/2026), Baihol, petugas bagian IT, menyampaikan bahwa hasil pengecekan sementara belum menemukan transaksi yang mencurigakan.

“Bisa ditanyakan dulu ke keluarganya, kemungkinan ada anggota keluarga yang menggunakannya. Kami sudah cek, kemungkinan transaksi langsung. Tanyakan saja ke anaknya,” katanya.

Ia juga meminta nasabah datang langsung ke kantor cabang untuk mendapatkan penjelasan lebih detail mengenai aktivitas akun. “Datang saja ke BRI Bluto agar dijelaskan. BRImo tidak bisa dibuka di dua perangkat sekaligus. Nanti bisa diketahui jam dan tanggal aksesnya. Meminta data dari pusat memang butuh waktu cukup lama,” tambahnya.

Pernyataan tersebut justru memicu kekecewaan keluarga. Mereka menilai dugaan yang mengarah pada anggota keluarga disampaikan tanpa bukti yang jelas dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Menantu korban yang turut mendampingi saat ke bank membantah keras tuduhan tersebut. “Saya hanya menemani. Ponsel itu dipegang oleh bapak selama 24 jam. Saya siap melaporkan hal ini jika diperlukan,” tegasnya.

Ia juga meminta pihak bank tidak terburu-buru menarik kesimpulan. “Jangan sampai kami keluarga yang malah diduga mengambil uang. Di sistem pasti ada data kapan akun diakses, jam berapa, dan dari perangkat mana. Kami yakin bank bisa melacaknya,” ujarnya.

Hingga kini, akun BRImo milik nasabah tersebut masih aktif dan belum diblokir. Kondisi ini membuat keluarga semakin khawatir dan berharap ada penelusuran yang lebih mendalam untuk mengungkap penyebab hilangnya dana.

Anak korban menyatakan kekecewaannya karena belum mendapatkan penjelasan yang memadai. “Kami datang ingin kejelasan, tapi malah disudutkan. Kami hanya ingin tahu ke mana uang itu pergi dan bagaimana hal ini bisa terjadi,” pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak BRI belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. Redaksi terus berupaya meminta tanggapan resmi guna menyajikan informasi yang berimbang.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan