JAWA TIMURSumenep

Lolos Seleksi Akhir & Dapat Penawaran Kerja, Tiba-tiba Nama Lenyap dari Sistem: Rekrutmen BPS Sumenep Diduga Sarat Permainan Orang Dekat

70
×

Lolos Seleksi Akhir & Dapat Penawaran Kerja, Tiba-tiba Nama Lenyap dari Sistem: Rekrutmen BPS Sumenep Diduga Sarat Permainan Orang Dekat

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net — Kejanggalan dalam proses rekrutmen tenaga mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kian terbukti dan terasa nyata oleh para pelamar. Bukan hanya soal nama pendaftar yang hilang di tahap awal, kini muncul fakta yang lebih memilukan: ada pelamar yang sudah dinyatakan lolos seleksi akhir, bahkan sudah menerima surat atau notifikasi penawaran kerja, namun dalam hitungan jam namanya kembali lenyap dari akun pendaftaran dan dinyatakan tidak lulus.

Kasus ini dialami langsung oleh salah satu pelamar inisial( W ) yang mengaku telah melewati seluruh tahapan ujian dan administrasi dengan nilai yang memuaskan. Ia sangat yakin dan bersyukur ketika melihat status di akun resminya tertulis “Lolos Seleksi Akhir” dan disusul dengan adanya penawaran kerja untuk terlibat dalam tugas sensus dan pendataan. Rencana dan persiapan kerja pun sudah disiapkan matang-matang.

Namun, kebahagiaan( W )itu hanya berlangsung sebentar. Berselang beberapa jam setelah penawaran kerja diterima dan dilihat secara jelas di laman sistem, pelamar tersebut kembali mengecek akunnya untuk memastikan. Betapa terkejutnya ia, status yang tadinya lolos dan diterima berubah drastis. Tulisan penawaran kerja lenyap, dan namanya pun hilang dari daftar kelulusan seolah-olah tidak pernah ada sama sekali di sana.

“Wah, ini aneh sekali. Sudah dapat penawaran kerja, saya sempat foto layar sebagai bukti. Tapi cuma berapa jam kemudian saya cek lagi, hilang semua. Statusnya berubah lagi jadi tidak lolos, dan nama saya malah tak ada lagi di daftar. Rasanya kecewa sekali, ini bukan soal kemampuan lagi, tapi ada tangan-tangan yang bermain,” ungkap pelamar inisial (W) tersebut dengan nada kesal.

Kejadian ini memicu dugaan kuat di kalangan masyarakat dan pelamar bahwa proses rekrutmen di BPS Kabupaten Sumenep penuh dengan rekayasa. Muncul anggapan bahwa perekrutan ini bukan lagi berdasarkan kompetensi, nilai ujian, atau kelengkapan berkas, melainkan diatur sedemikian rupa demi kepentingan “orang dekat”, kerabat, atau mereka yang memiliki akses khusus ke pihak penyelenggara.

Banyak pihak menilai, nama-nama pelamar yang dianggap mengganggu atau bukan bagian dari lingkaran dalam sengaja dicoret atau dihapus paksa dari sistem, digantikan oleh nama-nama baru yang diduga masuk lewat jalur istimewa. Padahal, syarat resmi yang dipublikasikan mensyaratkan keterbukaan dan keadilan bagi seluruh warga yang mendaftar.

“Semua orang sudah tahu. Di Sumenep ini, kalau bukan orang dekat, sulit. Yang mampu, yang pintar, yang sudah siap kerja malah disingkirkan. Ini permainan kotor, merugikan banyak orang yang sudah berharap besar,” tambah salah satu pengamat yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPS Kabupaten Sumenep belum memberikan penjelasan apa pun terkait perubahan data yang terjadi secara sepihak dan mendadak tersebut. Masyarakat menuntut adanya audit independen dari BPS Pusat agar sistem rekrutmen yang diduga sarat kepentingan kelompok ini dibongkar tuntas, sehingga keadilan benar-benar bisa dirasakan oleh pelamar yang jujur dan berkompeten.

Pewarta:HR

Tinggalkan Balasan