JAWA TIMURSumenep

Di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi, Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Melonjak Jadi 80,78 Berpredikat A-

62
×

Di Bawah Kepemimpinan Achmad Fauzi, Indeks Reformasi Birokrasi Sumenep Melonjak Jadi 80,78 Berpredikat A-

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali mencatatkan prestasi membanggakan di bidang tata kelola pemerintahan. Berdasarkan hasil evaluasi resmi yang dirilis oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), nilai Indeks Reformasi Birokrasi (RB) Kabupaten Sumenep mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai angka 80,78 dengan predikat A-.

Capaian ini menunjukkan peningkatan yang sangat gemilang jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, di mana Sumenep masih berada di angka 78,78 dengan predikat BB. Lompatan nilai dan perubahan predikat ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai langkah pembenahan mendasar yang digalakkan di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., telah membuahkan hasil yang konkret.

Keberhasilan ini sekaligus menjadi pengakuan nasional atas keberhasilan penerapan semangat khas daerah, yaitu “Bismillah Melayani”, yang kini tidak lagi sekadar semboyan, melainkan telah menjadi budaya kerja yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

Peningkatan indeks ini bukan sekadar angka atau pemenuhan indikator administratif di atas kertas. Nilai tersebut merupakan cerminan keberhasilan nyata pemerintah daerah dalam tiga pilar utama transformasi birokrasi, antara lain:
Memperkuat kualitas pelayanan publik agar lebih humanis, ramah, dan berkeadilan.
Meningkatkan efektivitas serta produktivitas kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Melakukan akselerasi sistem birokrasi yang lebih modern, adaptif, dan responsif terhadap dinamika perkembangan zaman.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa esensi utama dari reformasi birokrasi bukanlah sekadar meraih apresiasi atau penghargaan kelembagaan, melainkan bagaimana pemerintah mampu menghadirkan kemaslahatan dan kesejahteraan yang luas bagi seluruh masyarakat.

“Capaian ini adalah buah dari kerja keras kolektif seluruh ASN dan perangkat daerah yang terus berkomitmen melakukan transformasi pelayanan publik ke arah yang lebih maju dan lebih baik. Ini milik bersama,” ungkap Bupati dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2026).

Tokoh yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep ini mengingatkan bahwa capaian predikat A- harus dijadikan energi baru, bukan alasan untuk berpuas diri atau berhenti berbenah. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut untuk terus mempertahankan, bahkan meningkatkan ritme kerja yang cepat, transparan, dan profesional.

“Kami tidak ingin reformasi birokrasi ini berhenti pada formalitas nilai dan penghargaan semata. Yang paling esensial adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah yang tulus dalam setiap aspek pelayanan,” tegas Bupati Fauzi.

Menghadapi tantangan ke depan yang dipastikan akan semakin kompleks, Bupati Fauzi mengimbau seluruh jajaran aparatur untuk senantiasa memperkokoh integritas, melahirkan inovasi tiada henti, serta semakin menanamkan budaya kerja berbasis pelayanan.

“Semangat Bismillah Melayani harus mendarah daging menjadi karakter seluruh aparatur pemerintahan. Birokrasi harus hadir dengan lebih efektif, bersih, dan mampu memberikan solusi cepat terhadap segala kebutuhan masyarakat Sumenep,” tambahnya.

Keberhasilan Sumenep mengamankan predikat A- ini dinilai menjadi salah satu indikator penting membaiknya mutu tata kelola pemerintahan daerah di Jawa Timur. Di samping memperkuat akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi yang sehat ini berdampak langsung pada efisiensi penggunaan anggaran negara serta percepatan realisasi berbagai program prioritas pembangunan daerah.

Dengan capaian prestisius ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep kini semakin optimis dapat terus menjaga tren positif reformasi birokrasi, sekaligus memperteguh kepercayaan publik (public trust) melalui kerja-kerja pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berjiwa kemanusiaan.”

Pewarta: Eka-HR

Tinggalkan Balasan